SLEMAN - SMP Angkasa Adisutjipto Yogyakarta melakukan kunjugan ke Kantor Radar Jogja, Senin (12/8/2024).
Kegiatan ini dalam rangka pembelajaran, memberikan pengalaman baru bagi siswa siswi belajar jurnalistik dan mengolah berita media cetak maupun online.
"Kami belajar banyak hal. Tadi lihat layouting yang media cetak kemudian editing dan diperkenalkan juga terkait digital, editing video temasuk gambar," ungkap Pendamping Kunjungan sekaligus Guru Bahasa Indonesia SMP Angkasa Adisutjipto Yogyakarta Nuryanto.,S.Pd di Kantor Radar Jogja, Senin (12/8/2024).
Menurutnya ini menjadi pengalaman baru bagi siswa untuk berikutnya bisa diterapkan ilmu yang didapat di sekolah.
Bekal kunjungan ini, bisa diterapkan siswa melalui wadah keorganisasian. Misalnya untuk updating informasi di media sosial dan website SMP Angkasa Adisutjipto Yogyakarta.
"Ini sangat berguna sekali bagi siswa yang belum memahami apa itu media dan bagaimana menciptakan produk media serta menjadi bekal bagi siswa ke depannya, khususnya bagi mereka yang tertarik di bidang jurnalistik," bebernya.
Nuryanto menjelaskan, ilmu jurnalistik diterapkan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah saat mendapatkan tugas membuat berita.
Sehingga siswa belajar menjadi wartawan, bagaimana melakukan wawancara hingga cara menulis berita yang baik dan benar.
"Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami untuk melihat prakteknya. Hari ini kesempatan untuk belajar" ujar dia di sela sambutannya.
Dalam kunjungan itu, sebanyak 40 siswa diberikan pembekalan oleh tim Radar Jogja. Antara lain, Manager Pengembangan Bisnis Joko Suhendro, Manager Online Bahana dan Redaktur Cetak (koran) Din Miftahudin.
Tim Radar Jogja menjelaskantentang perkembangan media cetak dan online di Radar Jogja.
Mulai dari bagaimana proses memproduksi berita koran dan online atau digital, mengoptimalkan media sosial untuk keperluan pemberitaan, serta memaparkan cara kerja wartawan di lapangan.
"Kami juga ajak ke dapur redaksi," tutur Manager Pengembangan Bisnis Joko Suhendro.
Tak hanya itu, siswa-siswi juga diberikan edukasi bagaimana melawan hoak, atau berita bohong yang tersebar di media sosial. Cara memerangi hoak yakni dengan melihat sumber berita.
"Lakukan cek sumber berita di akun kantor pemberitaan resmi terlebih dahulu, jangan langsung percaya terhadap informasi yang tersebar di media sosial," pesan Manager Online Bahana.
Sebab, lanjutnya, produk jurnalistik yang dikeluarkan dari kantor pemberitaan resmi memuat informasi yang terkonfirmasi. "Sumber informasi terpercaya," tegasnya.
Kegiatan ini, siswa-siswi diimbau agar bijak memanfaatkan akun medsosnya dalam memberikan informasi yang benar dan menjadi terobosan dalam pengembangan kreativitas membuat konten.
"Jangan salah, kalau menarik dan banyak viewers ada feedback-nya," tuturnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva