JOGJA - Networking memiliki banyak manfaat, baik dalam kerangka profesional maupun sosial.
Dalam konteks perkembangan dunia pendidikan, memiliki jaringan internasional merupakan keharusan.
Langkah awal yang dilakukan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yakni mendirikan ASEAN School of Business Network (ASBN).
Kampus internasional yang tergabung dalam jaringan dengan mudah melalukam kolaborasi.
President of ASBN, Arif Hartono mengatakan, 2024 merupakan tahun pertama dimulainya kegiatan ASBN.
Agenda The 1st ASBN 2024 berlangsung di Hotel Royal Ambarrukmo pada Kamis 8 Agustus hingga Jumat (9/8/2024).
"Rangkaian kegiatan ASBN diikuti 384 partisipan dari 10 negara," kata Arif Hartono.
Selain seminar, rangkaian acara juga diisi konferensi, pertemuan co founder, dan kompetisi esai bagi mahasiswa.
Co founder berasal dari Universiti Sains Islam Malaysia, Rangsit University Thailand, dan Eastern Visayas State University Filipina.
Sementara itu, Chairperson of the 1st ASBN International Conference, Jaya Addin Linando menyampaikan adanya kendala perguruan tinggi dalam berjejaring secara internasional.
"Di Laos dan Vietnam misalnya, belum ada driver yang mengarahkan ke internasionalisasi," kata Jaya Aliando.
Terpisah, Dekan FBE UII Johan Arifin menyampaikan dari hasil evaluasi ASBN satu tahun berjalan sedikitnya ada dua tiga isu besar.
Pertama persoalan legalitas dan anggaran dasar anggaran dasar rumah tangga (ADRT).
"Kita akan benahi itu. Termasuk program Tridharma, ke depan bisa dikolaborasikan dengan industri," kata Johan Arifin. (gun)
Editor : Meitika Candra Lantiva