RADAR JOGJA - Paskibraka Kabupaten Sleman akan menerjunkan formasi lengkap pada upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang. Jika tahun lalu pasukan hanya berjumlah 36 orang, kini ada 75 peserta.
Kepala Sub Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Sleman Dwijo Anggono menuturkan, sebelumnya ada 160 orang yang terdaftar. Semuanya berasal dari kelas 10 SMA/SMK/MA sederajat. "Kalau kelas 11 atau 12 sudah intensif belajar," ujarnya.
Menurutnya, pelatihan paskibraka ini tidak hanya soal teknik berbaris. Namun, menanamkan sifat disiplin diri. Ini dilakukan dengan makan bersama, ke toilet tidak boleh sendiri, hingga memberi hormat kepada pelatih. "Kalau ada satu salah, semuanya disuruh push-up atau berguling-guling," tuturnya.
Dwijo menuturkan, seluruh disiplin diri ini penting lantaran durasi persiapan yang lama. Terlebih untuk mendukung peserta yang juga harus membagi waktu untuk belajar di rumah secara mandiri.
"Kami tanamkan kalau pendidikan adalah hal pokok. Jadi, jangan sampai tertinggal," ucap Dwijo.
Pelatihan ini sendiri dilakukan oleh lima orang pelatih dari TNI, lima orang dari Polri, dan 15 orang purna paskibraka Sleman. Sejak tanggal 22 Juli, para peserta sudah melakukan latihan intensif setiap hari dari pukul 07.00-15.00. "Pengibaran bendera itu benar-benar jadi pusat perhatian, salah sedikit saja bisa viral," ucap Dwijo.
Peserta Paskibraka Sleman Chaidirly Ahmad Bagas menjelaskan, pada awalnya prosesi latihan ini cukup berat. Namun dia mengaku sudah mulai terbiasa.
Bagas juga mengaku bersyukur mendapatkan kompensasi dari sekolahnya sehingga tidak perlu mengerjakan semua tugas akademik. "Tapi kalau malam saya tanya ke teman dan coba membuat rangkuman," tuturnya. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika