RADAR JOGJA - Sekolah kemaritiman berkomitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengolah potensi kelautan. Namun untuk praktik berlayar, izin orang tua (ortu) menjadi keharusan atau syarat wajib. Seperti yang diterapkan SMKN 1 Sanden, Bantul.
"(Meskipun hanya, Red) berlayar bersama nelayan di Kulon Progo atau Sadeng Gunungkidul, taruna-taruni harus seizin orang tuanya," tegas guru SMKN 1 Sanden, Bantul Sunarsih kemarin (31/7).
Izin tersebut, harus dilampirkan dalam sebuah surat penrnyataan. Kemudian akan disampaikan kepada kelompok nelayan. Jika tidak ada surat izin dari ortu, biasanya akan ditolak oleh nelayan. "Dan kami dari sekolah hanya mengetahui saja," ujarnya.
Kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) kelas XII, programnya tidak di pantai selatan. Melainkan di Laut Jawa. "Lewat Kabupaten Pati, di pelabuhan Juwana," jelasnya.
Pihaknya bersyukur animo masyarakat menyekolahkan anak di SMKN 1 Sanden cukup besar. Pada tahun ajaran 2024/2025 menerima peserta didik baru sebanyak 356 siswa. Terdiri dari 285 laki-laki dan 71 perempuan. "Ada 10 kelas masing-masing rombel maksimal 36 taruna-taruni," ungkapnya.
Jumlah keseluruhan taruna-taruni mencapai 848 orang. Teridiri dari 691 laki-laki, dan 157 perempuan. Sekolah tersebut mempunyai beberapa kompetensi keahlian. Yakni, Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Agrobisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPI), Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT),
Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), dan Teknik Bodi Otomotif (TBO).
"Sekolah juga bekerja sama dengan dunia industri," sebutnya.
Meski termasuk wilayah dengan potensi laut yang sangat besar, sejauh ini DIY hanya memiliki tiga sekolah yang membuka jurusan nautika kapal penangkapan ikan.
Ketiga sekolah tersebut adalah SMK 1 Sanden Bantul, SMK 1 Temon Kulon Progo, dan SMK 1 Tanjung Sari Gunungkidul. Secara khusus sekolah tersebut bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut. Khususnya dalam bidang pembinaan kedisiplinan. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika