Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2024 Libatkan 27 SMP se-Kota Jogja, 90 Karya Inovasi Ditampilkan

Fahmi Fahriza • Kamis, 18 Juli 2024 | 12:50 WIB
ANTUSIAS: Siswa baru kelas VII dari berbagai sekolah di Kota Jogja mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan mengunjungi pameran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)
ANTUSIAS: Siswa baru kelas VII dari berbagai sekolah di Kota Jogja mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan mengunjungi pameran Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI)

 

RADAR JOGJA - Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 kembali digelar di Kota Jogja. Kali ini melibatkan 27 SMP swasta maupun negeri. Total ada 90 karya inovasi yang ditampilkan ditampilkan di Taman Pintar sejak 16-17 Juli.

"Total proposal yang masuk sekitar 140, akhirnya kami kurasi sampai terpilih 90," kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Jogja Hasyim Rabu (17/7).

Proses kurasi dan penilaian karya, turut melibatkan pakar dengan latar belakang akademisi. "Tim juri kami ada dari UGM, UNY, UAD dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa," ungkapnya.

Hasyim mengungkapkan, gelaran OPSI sendiri sudah dilakukan secara rutin selama empat kali. Disebutnya, para siswa dibebaskan untuk membuat karya penelitian. Baik individu ataupun kelompok.


Ada tiga bidang yang dilombakan. Yakni IPA dan lingkungan, IPS dan kemanusiaan, serta teknik dan rekayasa. "Kami tidak mewajibkan sekolah untuk ikut, hanya mengimbau dan mensosialisasikan," sebutnya.

Beberapa contoh karya yang ditampilkan meliputi batu-bata dari sampah plastik dan alat pembakar sampah plastik ramah lingkungan. Kemudian ada batako berbahan dasar sampah plastik, hingga kertas ramah lingkungan berbahan dasar kulit rambutan.

Nantinya, 90 karya yang lolos akan didelegasikan dan dikurasi dalam OPSI tingkat nasional. Gelaran OPSI, lanjutnya, berfokus untuk peningkatan karakter ilmiah para siswa. "Ini penting untuk mengembangkan proses berpikir siswa dan belajar meneliti," bebernya.

Karena bertepatan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), sekolah diwajibkan mengajak siswa barunya ke gelaran OPSI. Ketentuannya, 10 siswa dengan rombongan belajar di bawah enam kelas. "Kalau yang kelasnya di atas 6 rombel, minimal membawa 25 siswa," urainya.

Sementara itu, guru IPA SMP IT Abu Bakar Sa'adah Tri Wijiastri menyebut, kompetisi ini penting untuk meningkatkan motivasi dan semangat riset bagi para siswanya. Sekolahnya, mengajukan 13 proposal karya.

Namun hanya 10 karya berhasil lolos dan ditampilkan dalam OPSI 2024. "Ada 1 karya bidang teknik dan rekayasa, 3 karya bidang IPS, dan 6 karya bidang IPA dan lingkungan," rincinya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#opsi #Kota Jogja #Disdikpora #penelitian siswa #olimpiade