KULON PROGO - Sejak usia sekolah, siswa perlu mengenal tata cara pemulasaraan jenazah dengan baik dan benar. Itu penting, karena selama ini masih ditemukan penanganan jenazah tidak sesuai tuntunan agama maupun protokol kesehatan (prokes).
Belum lama ini MTs Al-Ichsan Kauman Nanggulan, Kulon Progo bekerja sama dengan Penyuluh Agama KUA setempat menyelenggarakan pelatihan pemulasaraan jenazah. Lokasinya ada di Aula Pondok Pesantren Al-Miftah Kauman, Nanggulan.
"Pelatihan diadakan, karena di masyarakat masih sering ditemui pemulasaraan jenazah tidak sesuai tata cara dan tuntunan agama atau protokol yang berlaku," kata Penyuluh Agama KUA Nanggulan Achmad Hanif Jumat (12/7).
Pihaknya berharap pelatihan pemulasaraan jenazah bisa menjadi bekal bagi para santri. Sebagai pengetahuan dan keterampilan yang dapat diamalkan ketika terjun di masyarakat.
"Pelatihan mencakup praktik memandikan jenazah, mengkafani, mensalati, hingga menguburkan jenazah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTs Al-Ichsan Ainun Na’im menyebut, tidak semua orang bersedia memandikan jenazah. Selain membutuhkan keberanian, juga harus memiliki keterampilan, dan kemauan. "Saya ingin siswa-siswi lulusan MTs Al-Ichsan dapat berperan aktif dalam sosial kemasyarakatan,” kata Ainun.
Pelatihan memandikan jenazah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapan para santri dalam menjalankan tugas pemulasaraan jenazah. "Yakni sesuai dengan tuntunan agama, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka serta bermanfaat bagi masyarakat dan umat,” ucapnya. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika