Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dana Bosda Naik, Mudahkan Program Sekolah dan Operasional

Fahmi Fahriza • Sabtu, 13 Juli 2024 | 19:00 WIB
Photo
Photo

 

RADAR JOGJA - Anggaran bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk siswa jenjang SD dan SMP di kota Jogja pada 2024 ini mengalami perubahan, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja Budi Asrori.


Budi mengatakan, penyesuaian dana Bosda ini dilakukan melalui perubahan APBD tahun 2024 Kota Jogja. Ia merinci, sebelumnya besaran anggaran Bosda bagi jenjang SD dan MI yakni sebesar Rp 800 ribu per siswa per tahun, kini naik menjadi Rp 1 juta per siswa per tahun. "Kenaikan anggaran juga terjadi untuk SMP, dari Rp 1 juta per siswa per tahun, jadi Rp 1,5 juta per siswa per tahun," katanya, Kamis (11/7).


Lebih lanjut, Budi memaparkan, anggaran Bosda ini akan dialokasikan pada seluruh siswa SD dan SMP se-kota Jogja."Jumlah siswa SD ada 37.744 dan SMP ada 20.034 siswa," tuturnya.


Ia menerangkan, sejatinya besaran dana Bosda yang telah disesuaikan saat ini, jumlahnya sama besar ketika belum terjadi Pandemi Covid lalu. Setelah mengalami pengurangan saat Pandemi, anggaran Bosda kembali disesuaikan usai pandemi Covid mereda. "Dananya waktu itu harus dikurangi untuk refocusing anggaran penanganan pandemi Covid," bebernya.


Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana, Prasarana SMPN 6 Jogja Widawati mengaku senang dengan penyesuaian dana yang dilakukan. "Tentu saja pihak sekolah menyambut baik adanya penyesuaian anggaran Bosda ini," kata Widawati yang juga menjabat sebagai pembuat anggaran sekolah di SMPN 6.


Widawati berujar, besaran alokasi anggaran Rp 1,5 juta per tahun ini secara umum akan berdampak positif, yakni dalam hal menjalankan program hingga operasional sekolah. "Tentu kita bisa lebih leluasa, tapi tetap ada rambu-rambu yang harus ditaati," sebutnya.


Dalam praktiknya, ia mengingat Bosda sangat penting saat Pandemi Covid-19 lalu, salah satu kendala paling besar adalah penyediaan tenaga pengajar. Sekolah harus menyediakan tenaga pengajar pengganti di situasi tertentu, seperti saat ada guru yang meninggal dunia atau pindah jabatan.

"Kadang kan dari dinas belum ada stok guru baru, jadi kita harus menghonori guru dan besarannya cukup banyak," urainya. (iza/pra)

Editor : Satria Pradika
#Pendidikan #APBD #Anggaran #bosda