RADAR JOGJA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta segera hadir di Kebumen. Kampus negeri ternama ini dalam waktu dekat bakal membuka kelas perkuliahan melalui pemanfaatan lahan eks RSUD Kebumen.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, kehadiran kampus UNS merupakan harapan besar Pemkab Kebumen dalam memberikan kemudahan akses pendidikan. UNS telah mantap akan membuka dua program sarjana sekaligus. Yakni, prodi informatika dan administrasi negara. "Kuliahnya di Kebumen," katanya, kemarin (10/7).
Pemkab Kebumen kini terus berupaya mengoptimalkan sejumlah aset yang terbengkelai. Termasuk adanya pemanfaatan lahan bekas RSUD menjadi kampus UNS.Arif menjelaskan, pembangunan kampus UNS tersebut adalah wujud konkret pemkab dalam pengembangan dunia pendidikan. Kehadiran UNS ini juga jawaban atas komitmen kerja sama beberapa waktu lalu. "Tahun ini berjalan.
Masyarakat bisa cek pendaftaran secara online," bebernya.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu instrumen pelecut dalam mengurangi angka kemiskinan di Kebumen. Oleh karena itu, pemkab selalu menempatkan bidang pendidikan menjadi skala prioritas. Dia menyebut, sudah banyak bukti keberpihakan pemerintah daerah untuk dunia pendidikan.
Antara lain, pengangkatan 4.000 lebih guru berstatus P3K.
Terbaru, kata dia, Pemkab juga telah berhasil meraih prestasi di kancah nasional. Yakni, berupa penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada ajang Anugerah Merdeka Belajar 2024 Kategori Transformasi SDM Pendidikan.
Kemiskinan di Kebumen itu sudah berpuluh tahun diusahakan, tapi hanya menjadi kenangan. Karena apa? Tidak ada fokus.”Maka, kenapa saya harus konsen di dunia pendidikan," terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kebumen (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan menyatakan, kehadiran kampus UNS akan memberikan warna baru bagi dunia pendidikan di Kebumen. Sebab, suatu daerah akan sulit maju jika tanpa memperhatikan aspek pendidikan.
Dia berharap, keberadaan UNS di Kebumen akan disusul kampus-kampus lain. "Pendidikan ini sebenarnya investasi jangka panjang. Jangan berfikir akan maju, kalau pendidikan saja diabaikan," jelasnya. (fid/din)
Editor : Satria Pradika