RADAR JOGJA - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menciptakan pendeteksi dini anemia pada ibu hamil (bumil) dan menyusui. Alatnya berupa gelang yang terintegrasi dengan artificial intelligence (AI).
Tim PKM-KC UMY ini beranggotakan lima orang. Mereka merancang gelang pintar ini dengan memanfaatkan teknologi sensor terbaru untuk memonitor parameter-parameter yang berkaitan dengan anemia seperti denyut jantung (BPM), saturasi oksigen dalam darah (SpO2), dan suhu tubuh.
"Namun, yang membuat gelang ini berbeda adalah karena sudah terintegrasi dengan kecerdasan buatan atau AI," kata dosen pembimbing tim PKM-KC Ir Erika Loniza Senin (1/7/2024).
Alat ini memungkinkan untuk secara otomatis menganalisis data yang diperoleh dan memberikan peringatan dini jika terdeteksi adanya tanda-tanda anemia. "Selanjutnya, peringatan tersebut akan dikirimkan kepada keluarga ataupun saudara terdekat," ujarnya.
Apabila di awal kehamilan terdeteksi kurang darah maka mudah bagi dokter dan ibu untuk memberikan terapi oba. Atau mengatur pola makan yang baik sehingga anak di dalam kandungan sehat dan ibu pun sehat. “Memang prototype ini berguna untuk deteksi dini pada ibu pra dan post kehamilan,” kata Erika.
Gelang ini juga dilengkapi dengan fitur pelacakan data secara real-time dan kemampuan untuk mengirimkan informasi langsung ke perangkat seluler pengguna. Sangat memungkinkan bagi ibu hamil dan menyusui untuk memantau kesehatan mereka secara berkala. “Sekaligus berpotensi menghindari komplikasi serius yang terkait dengan anemia," jelasnya.
Sementara itu, ketua tim PKM-KC Fahmi Rohman Rifai berharap, dengan terciptanya inovasi ini dapat menjadi langkah preventif sekaligus mengurangi angka kematian bagi ibu hamil dan menyusui yang disebabkan oleh anemia.
“Dengan memanfaatkan teknologi canggih ini, diharapkan dapat mengurangi angka mortalitas dan morbiditas terkait anemia pada ibu hamil dan menyusui," kata Fahmi.
Diketahui, angka kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih sangat tinggi. Menurut laporan Riskesda (Riset Kesehatan Dasar) 2018 oleh Kementerian Kesehatan, kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1 persen pada 2013 menjadi 47,9 persen. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika