RADAR JOGJA - Tes Ujian Mandiri (UM) Universitas Gadjah Mada (UM UGM) resmi dimulai. Tercatat ada 41.973 peserta mengikuti ujian dengan skema computer based test (CBT).
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro mengatakan, dari jumlah tersebut, hanya 32.414 ikut tes di Jogjakarta. Sedangkan 9.559 peserta lainnya mengikuti tes di enam kota lain. Yakni Jakarta, Kupang, Balikpapan, Medan, Pekanbaru, dan Makassar.
"25.203 memilih tes untuk Saintek, 15.349 memilih Soshum, dan 1.412 ikut tes campuran," bebernya kemarin (11/6).
Dikatakan, para peserta tes tersebar di 23 lokasi pada 100 ruang di kampus UGM. Melibatkan 71 penanggung jawab lokasi, 39 wakil penanggung jawab lokasi, 698 penanggung jawab ruang, dan 453 pengawas.
"Dengan 23 lokasi dan 100 ruang, tes ini per hari rata-rata diikuti 3.000 peserta di setiap sesi," rincinya.
Pelaksanaan tes di Jogja akan berlangsung selama tujuh hari pada 11-14 Juni. Sedangkan gelombang kedua akan berlangsung pada 2-4 Juli.
Disebutnya, saat tes berlangsung, panitia melakukan pengawasan dan pengamanan ketat untuk mengantisipasi kecurangan. Berbagai skema mitigasi turut dilakukan mulai dari melarang peserta membawa daftar logaritma, segala jenis kalkulator, hingga kertas buku maupun catatan lainnya.
"Kami periksa dengan detektor logam, serta cek seksama kesesuaian identitas diri dan dokumen persyaratan," sambungnya.
Menyoal tes yang dilakukan di luar Jogja, adalah upaya UGM memudahkan calon mahasiswa di seluruh wilayah. "UGM ingin menjangkau calon-calon mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia," serunya.
Terpisah, salah satu calon peserta tes UM UGM Afilia Santoso mengaku, akan mengikuti tes pada 13 Juni. Dia pun sudah melakukan persiapan sebelum menghadapi tes.
"Beberapa bulan terakhir ikut bimbel," kata perempuan asal Madiun ini.
Afilia membeberkan, sebelumnya dia juga telah mengikuti tes SNBT. Sembari menunggu hasil pengumuman, dia fokus mempersiapkan diri untuk UM UGM. "Sekalian juga mempersiapkan kalau SNBT tidak lolos," lontarnya. (iza/eno)