Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Global Social Enterprise di Thailand, Ini Ide yang Diusung

Sevtia Eka Nova • Selasa, 28 Mei 2024 | 17:35 WIB
TOREHKAN PRESTASI: Tim mahasiswa UGM yang berhasil meraih juara 1 Global Social Enterprise Competition yang berlangsung di Thailand.
TOREHKAN PRESTASI: Tim mahasiswa UGM yang berhasil meraih juara 1 Global Social Enterprise Competition yang berlangsung di Thailand.

 


RADAR JOGJA - Prestasi membanggakan ditorehkan tim mahasiswa UGM setelah berhasil memperoleh juara pertama dalam Global Social Enterprise Competition 2024. Kompetisi tersebut diselenggarakan Faculty of Business Administration, Rajamangala University of Technology Isan, Thailand.


Tim dengan nama Copowerment ini berisi lima orang. Yakni Muhammad Haris Yulianto dari Teknik Pertanian 2020, Hanif Nur Wahid dari Teknik Pertanian 2021, Eva Yuniar Reza dari Biologi 2021, Salsabila Khoirunnisa dari Politik dan Pemerintahan 2021, dan Mahira Ghina Mumtaza dari Geofisika 2022, serta didampingi dosen Teknik Pertanian Siti Mariyam.


Salsabila mengatakan, bahwa timnya mengambil ide bisnis social enterprise berbasis produk agroindustri dan empowerment. Menggabungkan potensi sumber daya pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta bio-circular-green economy.


Dikatakan, studi kasus yang diambil berasal dari salah satu daerah di Magelang. Meskipun potensi kelapa yang sangat tinggi, namun masih banyak masyarakat tidak memiliki pekerjaan dan belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Khususnya para ibu rumah tangga.
"Kami mengembangkan kelapa dengan pemberdayaan perempuan untuk mengolah jadi produk seperti coconut oil, dan vegan oil," katanya Senin (27/5).


Dia menyebut, inovasi tersebut tidak saja berguna untuk melatih ibu rumah tangga agar bisa mengolah produk dengan baik. Namun juga turut berkontribusi dalam menghubungkan antara sektor swasta dan pemerintah. "Produk yang dikembangkan ini ada potensi ekspor, sehingga perlu kerja sama dengan swasta dan pemerintah," sebutnya.


Menyoal kompetisi yang diikuti, Salsa menyebut, tahapan dimulai dengan pembuatan proposal karya. Menitikberatkan pada beberapa kriteria penyelesaian masalah, social enterprise impact, practical, creative idea, serta sustainability.
"Lalu diambil tim dengan ide dan proposal terbaik untuk masuk ke babak final," bebernya.


Timnya yang berhasil masuk ke final, kemudian mempresentasikan karya di depan para juri. “Berasal dari Taiwan, Indonesia, dan Thailand," lanjutnya. Pada tahap final, tim UGM melakukan presentasi melawan kompetitor dari berbagai negara. Meliputi tiga tim dari Thailand dan tim lainnya dari Kamboja.


"Kami membawa pulang juara pertama dan menjadi satu-satunya tim Indonesia yang berhasil menjadi juara," serunya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#social enterprise #mahasiswa ugm #thailand