Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gandeng Mahfud MD, UII Luncurkan Pusat Studi Agama dan Demokrasi

Sevtia Eka Nova • Kamis, 23 Mei 2024 | 02:20 WIB

 

SIMBOLIS: Mahfud MD dalam peluncuran Pusat Studi Agama dan Demokrasi di Kampus Terpadu UII Rabu (22/5).GUNAWAN/RADAR JOGJA 
SIMBOLIS: Mahfud MD dalam peluncuran Pusat Studi Agama dan Demokrasi di Kampus Terpadu UII Rabu (22/5).GUNAWAN/RADAR JOGJA 


RADAR JOGJA - Universitas Islam Indonesia (UII) meluncurkan Pusat Studi Agama dan Demokrasi. Lahirnya pusat studi baru ini atas kerja sama dengan MMD Initiative.


Ketua Dewan Pembina MMD Initiative Mahfud MD mengatakan, dalam 10 tahun terakhir demokrasi sebagai pilihan politik Indonesia mengalami kemunduran hebat. Seperti dengan adanya politik dinasti, intervensi terhadap lembaga peradilan, dan kelemahan masyarakat sipil.

“Hal itu membutuhkan gerakan-gerakan yang tidak cuma mampu menjaga, tapi juga merawat Indonesia,” kata Mahfud Rabu (22/5).

Dengan demikian, Indonesia ke depan benar-benar dapat mewujudkan segala cita-cita yang sudah dengan luhur ditorehkan oleh para pendiri bangsa. Maka dari itu, kampus perlu bergerak dan kehadiran Pusat Studi Agama dan Demokrasi diharapkan bisa menjaga dan merawat Indonesia.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi UII Masduki mengatakan, digandengnya MMD Initiative karena merupakan lembaga kajian di bidang keadilan dan demokrasi sejak 2014. Fokus utama lembaga ini untuk peningkatan kualitas demokrasi, penegakan hukum dan keadilan. “Serta HAM, pendidikan dan kebudayaan, maupun kontribusi agama dalam masalah kenegaraan dan kemasyarakatan,” sebut Masduki.


Nantinya, tema-tema besar ini akan dibungkus dalam berbagai kegiatan dan program organisasi. Baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan pusat studi dan jaringan masyarakat sipil lainnya.

Terlebih rektor UII, lanjutnya, juga menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran kolektif. Bahwa pembajakan terhadap demokrasi tidak lagi dengan cara kekerasan, penggunaan militer, atau kudeta.

"(Namun, Red) melalui pendirian Pusat Studi Agama dan Demokrasi,” ucapnya.

Lewat pusat studi ini, UII inigin melantangkan pesan dan mengedukasi publik bahwa pembajakan demokrasi dapat dilakukan dengan modus operandi baru yang mengelabui. “Karenanya kesadaran baru perlu ditumbuhkan," ujarnya. (gun/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#Mahfud MD #demokrasi #Studi Agama