RADAR JOGJA - Upaya provokasi serombongan pelajar saat konvoi kelulusan berhenti di depan SMK Muhammadiyah 3 Jogjakarta di Jalan Pramuka Senin (13/5) lalu, mengakibatkan sejumlah kerugian sekolah tersebut baik materiil maupun non materiil.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah 3 Jogja Muhammad Al Rifqi mengatakan, berdasarkan kesaksian dari sekolah, aksi provokasi rombongan siswa tersebut terjadi dua kali.
Pada awalnya sekitar pukul 10.47, ada sekitar 5 sampai 10 rombongan motor yang melaju dari arah selatan ke utara. Di depan SMK Muhammadiyah 3 Jogja, rombongan tersebut berteriak dan menggeberkan knalpot secara berulang.
Kejadian tersebut terulang kembali sekitar pukul 12.40. Kurang lebih ada 50 motor yang ditumpangi para pelajar tengah merayakan kelulusan berseragam putih abu-abu dengan coret-coretan di seragamnya. Mereka sempat berhenti di depan SMKM 3 Jogja dan merusak gerbang sekolah hingga masuk ke lingkungan sekolah.
"Siswa kami yang tengah olahraga sampai berlarian ketakutan. Setelah itu dihalau oleh satpam dan guru yang ada di lapangan serta siswa yang sedang berolahraga agar tidak masuk ke dalam dan merusak fasilitas sekolah. Rombongan dikejar oleh warga lari ke utara dan 1 tertinggal masuk selokan yang kemudian videonya viral itu," jelasnya.
"Pada saat menghalau itu yang direkam kayak tawuran, padahal Itu hanya kita mengahalau bukan tawuran yang dibantu warga," sambungnya.
Menurutnya, upaya provokasi yang berlangsung sekitar 5-10 menit dari pelajar luar sekolah itu tak mempengaruhi siswanya untuk terpancing. Siswa di SMKM 3 Jogja tetap mengikuti kegiatan pembelajaran hingga selesai dan langsung pulang ke rumahnya masing-masing.
"Kami melakukan pemantauan lewat wali kelas untuk memastikan siswa-siswa kami pulang ke rumah. Sejumlah guru dan dibantu polisi sempat menginap di rumah untuk mengantisipasi kejadian serupa," terangnya.
Pun sejatinya, kejadian serupa itu sudah lama tak pernah berulang yang menimpa sekolahnya sejak 2016 silam. Kejadian sekitar 8 tahun lalu itu hampir sama, sekolah hanya menjadi korban namun tak sebanyak massanya seperti belakangan ini.
"Dulu juga sama hanya jadi korban. Tapi tidak merusak hanya 10 orang kemudian lari. Kejadian yang ini seperti sudah direncanakan karena ada rutenya Wirobrajan, Umbulharjo, Semaki dan lain-lain," tambahnya.
Saat ini lanjut Rifqi, tim ketertiban sekolah masih melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kejadian serupa. Para siswa pun selalu diminta langsung pulang ke rumah usai KBM melalui pemantauan wali kelas pada orang tua masing-masing.
Editor : Heru Pratomo