RADAR JOGJA - Perguruan Tinggi (PT) Muhammadiyah-Aisyiyah di DIJ ikut menggelar aksi tuntutan kemerdekaan Pakestina hari ini (7/5). Seperti halnya di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas 'Aisyiah (Unisa) Jogjakarta.
Langkah ini dilakukan karena serangan militer Israel ke Palestina sejak 7 Oktober 2023 sudah mencapai 35.000 orang. Sedangkan korban luka-luka mencapai 77.867 orang. Tak berhenti di situ, Israel juga membatasi pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Ironisnya, tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina justru mendapat
pembiaran dan dukungan dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan
Amerika Serikat,” beber Rektor UAD Muchlas saat membacakan pernyataan sikap.
Dikatakan, aksi yang dilakukan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah ini berlangsung se-Indonesia. Pihaknya berharap kepada Presiden RI Joko Widodo dan presiden terpilih selanjutnya Prabowo Subianto agar lebih agresif dalam mendukung kemerdekaan Palestina. “Aksi ini akan terus dilakukan sampai Palestina merdeka,” tegasnya.
Sementara itu, dosen Ilmu Hukum UAD Immawan Wahyudi mengapresiasi mahasiswa di seluruh dunia yang mengecam serangan Israel terhadap Palestina. “Itu menunjukkan bahwa perjuangan kemanusiaan itu tidak dibatasi oleh agama, dan geografis,” kata Immawan.
Wakil Rektor 3 Unisa Jogjakarta Mufdhillah mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan merupakan wujud nyata dari kesadaran dan kepedulian terhadap nasib rakyat Palestina yang terus menderita. “Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak,” katanya dalam orasi yang berlangsung di area gedung Siti Moendjijah Unisa Jogjakarta.
Disebutkannya, bahwa saat ini sebagian besar jalur Gaza juga telah menjadi puing-puing. Selain itu pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Palestina juga dijamin dan dibatasi secara ketat oleh tentara Israel. “Sehingga kelaparan menjadi pemandangan yang sangat memusingkan,” ujarnya.
Unisa juga mengecam sikap negara-negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman dan pihak lain yang terus memberikan dukungan dan bantuan kepada Israel dalam agresi terhadap Palestina. "Kamu juga meminta intervensi PBB untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan serta gencatan senjata antara Israel dan Palestina," serunya.
Lebih lanjut, Mufdhillah menuturkan jika berdasarkan hak asasi manusia dan konstitusi Republik Indonesia, Unisa meminta penguatan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. (gun/iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita