SLEMAN - Skema Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) untuk masuk ke perguruan tinggi negeri telah resmi dimulai.
Banyak kampus yang mulai melaksanakan SNBT gelombang pertama secara serentak. Termasuk, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Selasa (30/4).
Untuk pelaksanaan SNBT, UNY akan melakukannya dalam dua gelombang. Gelombang pertama sejak 30 April lalu dilanjutkan pada 2 hingga 5 Mei.
Sementara gelombang kedua akan berlangsung pada 14 hingga 20 Mei mendatang.
Sekretaris Unit Admisi UNY Didik Hariyanto mengatakan, pada jalur SNBT 2024 ini UNY memfasilitasi total 11.031 calon mahasiswa baru.
Dari total tersebut, jumlah mahasiswa yang akan diterima adalah 2.175 orang atau 30 persen dari total keseluruhan kuota mahasiswa baru.
"Total keseluruhan yang kami terima 7.250, 30 persennya dari jalur SNBT saat ini," katanya pada Radar Jogja, Selasa (30/4).
Didik mengungkapkan, dalam lima hari penyelenggaraan SNBT gelombang pertama, setiap harinya akan dilangsungkan selama dua sesi. Masing-masing sesi berdurasi hampir empat jam.
"Setiap hari akan ada dua sesi, pagi mulai 06.45 sampai 10.30 WIB dan siang 12.30 sampai 16.15 WIB. Untuk hari Jumat nanti kami hanya adakan satu sesi, untuk efektivitas waktu," bebernya.
Lebih lanjut, ia membeberkan, lokasi penyelanggaraan SNBT UNY terbagi di 7 tempattempat. Yakni, FEB, Fishipol, FMIPA, FIPP, Digital Library, FIKK, dan FT.
Dalam penyelenggaraan SNBT gelombang pertama di sesi pertama, Didik membeberkan, ada satu peserta yang gagal dan dinyatakan gugur.
Peserta tersebut tidak diperbolehkan mengikuti tes karena terlambat.
"Dari laporan yang kami terima ada yang gagal tes, karena terlambat dan peserta lainnya sudah mulai ujian," ungkapnya.
Ia berujar, memang ada ketentuan para peserta diimbau untuk datang setidaknya satu jam sebelum tes dimulai.
Hal tersebut dilakukan karena akan banyak persiapan dan pengecekan yang melibatkan peserta.
"Idealnya kan satu jam sebelum sudah di lokasi, sesi satu itu mulai 06.45. Kami sudah garansi maksimal keterlambatan pukul 07.15, tapi tadi ada yang datang itu lewat 07.30," terangnya.
"Akhirnya dipastikan dia gagal dan tidak bisa ikut SNBT, karena ini juga aturannya dari pusat," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang peserta SNBT UNY Pia Gotami mengungkapkan, cukup mempersiapkan diri untuk mengikuti tes dengan mempelajari banyak materi hingga persiapan lain. Termasuk, manajerial waktu.
"Belajar materi tentu, manajemen waktu juga, aku dateng ke UNY dari jam 5 pagi, takut telat soalnya," ujar perempuan asal Kebumen tersebut.
"Kalau lokasi tes nya udah lihat dari kemarin, sekalian survei dan kira-kira waktunya," lanjutnya.
Pia sendiri mengungkapkan, bahwa ia sengaja memilih Jogja sebagai lokasi tes, karena memang cukup dekat dari domisilinya. Selain itu, kampus yang dibidik nya juga berapa di Jogja.
"Aku ngejar UGM, UPN, dan Unnes. Sengaja milih tes di Jogja biar dekat dan gampang buat survei juga," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad