RADAR JOGJA – Ribuan lanjut usia (lansia) di DIY mengikuti program sekolah lansia lewat Sekolah Lansia Salimah (Salsa). Sekolah lansia tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan usia lanjut dan mempersiapkan pra-lansia untuk masa tua yang aktif dan sehat.
Direktur Salsa Provinsi DIY Prasasti Bintarum mengatakan, sekolah lansia hanya istilah. Tidak seperti sekolah pada umumnya.
Lebih tepatnya pemberian informasi tentang isu produktivitas, kesehatan, dan keagamaan. Pembelajaran sekolah lansia sekitar 30 menit. “Berisi tanya jawab, mendengarkan curhat lansia dan masih banyak lagi,’’ujarnya, kemarin (28/4).
Meski ada kurikulumnya, metode belajar para siswa tetap menyenangkan. Kurikulum terdiri dari kesehatan, keagamaan, keterampilan, dan psikologi."Kami ingin mereka bahagia dengan mengisi dengan berbagai aktivitas positif," ujarnya.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) pun dibuat senyaman mungkin.Tidak di dalam kelas dengan meja kursi tatapi bisa di mana saja asalkan murid senang."Jadi satu RT misalnya, kami kumpulkan dan langsung belajar bareng," ucapnya.
Kelas bagi lansia disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing. Bisa di parkiran, gedung serbaguna, masjid, di rumah lansia dengan ukuran luas dan lain sebagainya yang penting aman dan nyaman.
"Pertemuan dilaksanakan setiap satu bulan sekali, tetapi nanti ada semacam pemberian PR (pekerjaan rumah)," ujarnya.
Contoh materi PR, bagaimana menjaga kesehatan setelah puasa ramadan. Para murid diingatkan untuk minum air putih secukupnya.
Sebagai apresiasi kepada lansia yang aktif mengikuti kegiatan sekolah lansia, para murid diwisuda."Wisudanya ada S1, S2 dan S3, dan seterusnya nanti kita pikirkan," jelasnya.
S1 artinya standar satu diwisuda ketika sudah menempuh pembelajaran selama satu tahun, begitu seterusnya. Gratis tidak dipungut biaya."Para peserta dalam proses wisuda mengenakan baju toga, dan diberi sertifikat. Ternyata ini menyenangkan bagi mereka," ungkapnya.
Baca Juga: Awal Masuk Sekolah, Siswa MTs Negeri 5 Gunungkidul Belajar soal Kesehatan Reproduksi
Berdasarkan hasil penelitiannya, sekolah Salsa dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Sekarang jumlah sekolah lansia di Jogjakarta ada 57 titik dengan siswa sebanyak 2.550 orang.
Sebagian besar di Bantul Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul dan Kota Jogja."Kami ingin para lansia bahagia. Hidupnya tidak boleh kesepian," jelasnya.
Seorang murid Salsa asal Kulonprogo Rubiyah mengaku senang karena diwisuda. Dia sudah menempuh pendidikan di Salsa selama dua tahun."Belajar ngaji dan menjaga kesehatan," kata Rubiyah. (gun/din)
Editor : Satria Pradika