RADAR JOGJA - Selain masih aktif sebagai seorang guru, Slamet Pramono juga dikenal komposer ulung. Terbukti sudah begitu banyak karya dihasilkan. Termasuk dia telah sukses menciptakan himne dan mars untuk Kabupaten Kebumen.
M Hafied, Kebumen
Pak Pram, begitu kira-kira siswa memanggilnya. Dia pengajar di SMA Negeri 1 Kebumen. Pribadi yang sumeh dengan selera humor tinggi membuat Pram cukup mudah dikenal orang. Termasuk di lingkungan sekolah.
Secara kasat mata Pram tampil cukup sederhana. Tak ada pernak-pernik atau aksesoris mencolok yang dia kenakan. Pram tampil dengan gaya seadanya, seperti seorang bapak pada umumnya.
Tapi siapa sangka dibalik kesederhanaan itu, Pram menyimpan segudang prestasi. Berbagai karyanya kini sudah mewarnai khasanah musik terutama di Kebumen.
Slamet Pramono bukan orang asing di kalangan para pelaku seni. Dia dikenal sebagai spesialis pencipta mars dan himne. Jika dirunut sudah banyak mars dan himne yang diciptakan.
"Yang berkesan itu mars dan himne Kebumen. Dirilis pas hari jadi. Sampai dapat penghargaan dari bupati," ungkapnya, Selasa (23/4).
Belum lama ini, Pram dipercaya Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) untuk kebutuhan aransemen himne dan mars.
Selain itu, pendiri Prajna Talenta Music ini juga sempat membuat mars dan himne untuk salah satu sekolah di Batang, Jawa Tengah. Kemudian juga SMA Muhammadiyah 7 Jogja, SMA PIRI 1 Jogja.
Butuh waktu sekitar dua bulan untuk sebuah karya hingga bisa dinikmati masyarakat. Dimulai dari proses mengarang lirik, aransemen musik sampai rekaman. Ditambah lagi proses pengambilan dan editing video clip.
"Tergantung kerumitan. Itu kan ada penyesuaian dengan visi misi. Misal kampus, sekolah atau intansi disesuaikan," jelasnya.
Pria kelahiran Sukoharjo, 14 Maret 1968 ini mengaku selalu menekankan rasa cinta serta kebanggan dalam setiap lirik yang diciptakan.
Dia cukup bersyukur karena telah dipercaya banyak pihak untuk menciptakan himne dan mars. Sebab tanpa sadar setiap kegiatan resmi maupun non resmi karyanya akan selalu diputar.
Pram kini tinggal di Prembun, Kebumen bersama keluarganya. Bapak lima anak ini mengaku selalu mencoba berekspresi melalui musik dengan caranya sendiri.
"Bicara musik itu selera ya. Keluar dari hati. Yang jelas, senang aja memadukan genre musik satu dengan yang lain," katanya.
Pram mengaku, kecintaan terhadap dunia musik telah dimulai sejak dia duduk di bangku sekolah dasar. Pramono kecil mulai terbiasa bermain berbagai alat musik atas didikan orang tuanya. Dia besar dan tumbuh dari keluarga seniman.
Sehingga wajar kematangan dan insting bermusik terpatri hingga usia saat ini. "Memang saya lahir dari keluarga seniman. Bapak dulu dalang. Jadi main musik itu bukan hal aneh," paparnya. (pra)
Editor : Satria Pradika