RADAR JOGJA – Pemberian beasiswa masih menjadi andalan sebagian mahasiswa untuk melanjutkan perkuliahannya. Termasuk di Universitas Gadjah Mada (UGM). Yang hampir 40 persen mahasiswanya membutuhkan beasiswa.
Hal itu diungkapnya Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Sindung Tjahyadi dalam penyerahan beasiswa cendekia Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dia mengatakan, terkait beasiswa, disebutnya UGM sangat-sangat membutuhkan dan sebisa mungkin tidak saja nominalnya tapi juga kuantitas penerimanya.
"Sekitar 30 hingga 40 persen mahasiswa UGM banyak yang membutuhkan beasiswa," katanya dalam sesi pembinaan yang berlangsung di Auditorium Gedung FMIPA UGM, Kamis (22/2).
Sindung mengungkapkan, tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT). Sehingga perlu melakukan beberapa skema. Dia mencontohkan, ada yang minta penundaan hingga keringanan. Bahkan ada yang belum bisa diselesaikan masalahnya saat ini adalah yang mengajukan cuti karena belum bisa membayar.
Tapi, lanjut dia, sesuai arahan pimpinan, tidak boleh ada mahasiswa UGM yang putus kuliah karena alasan biaya. “Mahasiswa wajib mensyukuri beasiswa ini, dengan cara tertib kuliah dan syukur-syukur bisa berprestasi," pesannya.
Sementara itu, pimpinan Baznas RI Rizaludin Kurniawan menyampaikan pemberian beasiswa tak hanya untuk mahasiswa UGM. Dia merinci ada tujuh universitas di wilayah DIJ yang saat ini bermitra dengan Baznas dan mendapat beasiswa tersebut adalah UGM, UIN, UAD, UII, UMY, UNY dan UNU. Totalnya dengan jumlah penerima beasiswa cendekia Baznas sebanyak 250 mahasiswa.
Head of Marketing Sharia and Customer Care PT Henan Putihrai Sekuritas Astri Faizati membeberkan, bahwa sejauh ini nominal beasiswa cendekia Baznas masih di kisaran puluhan juta, ia sendiri berharap bisa turut menambah nominal dan juga kuantitas penerimanya "Sebelumnya kami banyak fokus ke UMKM, lalu sekarang ini masuk ke pendidikan, harapannya tentu bisa memfasilitasi sebanyak mungkin," ujarnya.
Astri juga mengungkapkan, penyerahan sedekah saham untuk membantu program beasiswa ini merupakan bentuk transparansi dari perusahaan kepada para nasabah bahwa zakat, infak, dan sedekah mereka telah disalurkan melalui Baznas kepada yang membutuhkan. (iza/pra)
Editor : Satria Pradika