Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KKN PPM UMBY Bagikan Menu PMT Bergizi Untuk Balita dan Ajak Kelompok Tani Membuat Pupuk Alami di Semanu Gunungkidul

Erlika Yusfiarista • Senin, 12 Februari 2024 | 22:49 WIB
Kegiatan Penambahan Menu PMT oleh Mahasiswa KKN PPM 30 di Posyandu Semanu Tengah.
Kegiatan Penambahan Menu PMT oleh Mahasiswa KKN PPM 30 di Posyandu Semanu Tengah.

RADAR JOGJA - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 30 masih berlangsung.

Serangkaian program kegiatan dilakukan meliputi, pemberian makanan tambahan (PMT) di unit posyandu Semanu Tengah, Gunungkidul dan Pelatihan Pembuatan Pupuk dan Photosynthetic Bacteria (PSB).

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini berlangsung di unit Posyandu Semanu Tengah, Gunungkidul (7/2/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk upaya pencegahan stunting yang terjadi di Gunungkidul dengan penambahan menu bubur tim dan telur ayam rebus.


Berbahan dasar nasi, ayam, wortel, dan bayam, bubur tim ini memiliki kombinasi yang baik dari berbagai nutrisi esensial yang diperlukan oleh anak-anak untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.


“Bubur tim ini memiliki beragam nutrisi penting seperti protein dari ayam, zat besi dari bayam, vitamin A dan serat dari wortel, serta karbohidrat kompleks dari nasi,” ujar Fatwa Aulia selaku penanggung jawab program kerja KKN Kelompok 30.


Bubur tim yang disajikan oleh mahasiswa KKN Kelompok 30 ini dirancang dengan memperhatikan variasi nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.


Dengan campuran yang seimbang antara protein, vitamin, dan karbohidrat, bubur tim ini menjadi pilihan yang baik untuk mendorong tumbuh kembang anak yang optimal.


Selain memberikan menu PMT, para mahasiswa KKN Kelompok 30 juga terlibat dalam penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi anak-anak mereka.


Harapannya, dengan penambahan menu bubur tim ini, dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak balita di wilayah Semanu Tengah.


Setiap bulan, Balai Padukuhan Semanu Tengah menyelenggarakan kegiatan posyandu yang ditujukan untuk balita.


Dalam kegiatan tersebut, posyandu memberikan layanan kepada balita, termasuk pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar lengan, lingkar kepala, pencatatan data, serta penyuluhan dan konseling terkait perkembangan balita.

Sementara untuk pelatihan pembuatan pupuk PSB berlangsung di Semanu Tengah. 

Mahasiswa KKN mengajak kelompok tani menyulap bahan dapur menjadi pupuk organik.


Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk PSB ini adalah bahan dapur yang dapat ditemui sehari-hari yaitu, micin, terasi, telur, dan, air hujan.


Langkah pertama dalam pembuatan pupuk ini adalah menyiapkan bahan-bahan berupa tiga butir terasi, tiga butir telur, micin, dan 1.500 ml air hujan.


Selanjutnya terasi dihancurkan sampai menjadi serbuk lalu ditambahkan tiga butir telur dan diaduk secara perlahan, kemudian menambahkan micin sebanyak dua sendok makan.


Setelah adonan pupuk sudah siap, tambahkan sekitar dua sendok makan adonan ke dalam 1.500 ml air hujan.

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik PSB oleh Mahasiswa KKN 30 UMBY Bersama Kelompok Tani Semanu Tengah.
Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik PSB oleh Mahasiswa KKN 30 UMBY Bersama Kelompok Tani Semanu Tengah.

Pupuk PSB ini perlu didiamkan selama tiga minggu terlebih dahulu agar siap digunakan dan diletakkan di bawah sinar matahari langsung.


Jika terdapat gelembung udara maka penutupnya harus dibuka agar gasnya keluar dan sesekali diaduk jika ada endapan.


Manfaat pupuk PSB ini adalah untuk memperkuat pertumbuhan batang, akar, daun dan merangsang pertumbuhan bunga, serta secara cepat dapat mengurangi infeksi dan jamur atau pathogen.


Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan pertanian berkelanjutan dan diharapkan semakin meningkatnya pengetahuan pentingnya pupuk organik.


“Kami menggunakan bahan-bahan dapur yang mudah ditemukan agar memudahkan masyarakat untuk membuat pupuknya, sehingga masyarakat bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia dan bisa menjadi opsi masyarakat untuk menggunakan pupuk organik yang lebih sehat,” ujar Dede Widiyanto selaku ketua kelompok 30 KKN PPM UMBY, Minggu (4/2/2024).


Para warga yang mengikuti sosialisasi terlihat antusias dengan adanya sosialisasi mengenai pupuk organik yang diadakan oleh kelompok 30 KKN PPM UMBY.


“Dengan adanya sosialisasi pupuk organik dari adik-adik KKN, kita bisa mendapatkan ilmu mengenai pupuk organik yang bisa menggantikan pupuk kimia yang bisa membuat tanah tidak subur. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi para warga,” ujar Sabar selaku ketua kelompok Tani Padukuhan Semanu Tengah.


Melalui sosialisasi pembuatan pupuk organik yang dilaksanakan oleh kelompok 30 KKN-PPM UMBY ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama anggota kelompok tani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Semanu Gunungkidul #Mahasiswa #pelatihan #pembuatan pupuk #program #KKN PPM #UMBY #posyandu #organik #kelompok tani #balita #PMT