JOGJA - Berbagai fasilitas dan infrastruktur jadi komponen yang sangat penting untuk dimiliki oleh sebuah institusi pendidikan. Termasuk, SMK.
Di mana, SMK memiiki basis praktik lebih banyak dibanding teori. Ini membutuhkan berbagai fasilitas dan infrastruktur yang harus mumpuni.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK SMTI Yogyakarta Sarman mengatakan, secara umum dua aspek tersebut sangat penting. Sebab, akan mempengaruhi banyak hal.
Termasuk, kualitas dan kemampuan siswa yang akhirnya berimplikasi menjadi lulusan yang kompeten.
"Infrastruktur dan fasilitas sangat penting untuk menunjang pendidikan, kaitannya ke siswa itu sendiri. SMTI alhamdulilah punya dua komponen tersebut secara lengkap," katanya, Kamis (8/2).
Dalam proses pembelajarannya, Sarman menuturkan, SMTI memang dominan mengadopsi konsep pembelajaran berbasis praktik. Perbandingannya 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mempersiapkan para siswa agar siap ketika harus terjun ke industri profesional selepas lulus sekolah.
"Bahkan, siswa kami banyak yang sudah diterima kerja sebelum lulus, jadi memang kami siapkan betul mereka," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, salah satu aspek lain yang juga penting adalah terjaganya sinergi dengan instansi pemerintahan.
Dalam hal ini, SMK SMTI yang berada di bawah Kementerian Perindustrian banyak menerima input secara langsung yang bisa meningkatkan mutu dan kualitas sekolah.
Tak hanya itu, sinergi antarsekola juga penting. Salah satu hal yang cukup relevan dilakukan adalah studi banding antar sekolah.
"Studi banding cukup intens dilakukan, SMTI sendiri juga sering dikunjungi baik dari sekolah di DIY atau bahkan luar kota," bebernya.
Ia meyakini kebutuhan SDM di industri saat ini masih tinggi dan permintaannya juga terus bertambah. SMK dapat menjadi salah satu pemasok SDM yang dominan ke sektor industri.
"Kontribusi SMK secara umum ke industri tinggi melalui SDM-nya, dan kualitas SDM itu harus ditingkatkan terus," sebutnya. (iza)