Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Guru Besar Teknik Industri UAJY Sebut Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan UMKM Berdampak Penting pada Perekonomian

Fahmi Fahriza • Kamis, 1 Februari 2024 | 22:52 WIB

 

TERBUKA: Sesi diskusi publik yang menghadirkan Guru Besar Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Prof Djoko Budiyanto.
TERBUKA: Sesi diskusi publik yang menghadirkan Guru Besar Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Prof Djoko Budiyanto.
JOGJA - Kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri kecil sangat penting untuk dilakukan. Sebab, kolaborasi itu sangat berpotensi untuk mendongkrak perekonomian secara umum.

Hal tersebut diyakini oleh Guru Besar Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Prof Djoko Budiyanto.

Prof Djoko mengatakan, institusi pendidikan, dalam konteks perguruan tinggi, harus bersinergi dengan UMKM.

Apalagi, dengan adanya program kurikulum Kampus Merdeka yang memang secara wadah lebih terstruktur dan tepat sasaran untuk terjadinya kolaborasi.

"Harus ada hub yang mempertemukan industri kecil dan institusi pendidikan, karena di kurikulum merdeka ada wadah dan materinya," katanya dalam Talkshow Diskusi Publik, Kamis (1/2).

Dalam contoh nyata, Djoko memaparkan bahwa kolaborasi tersebut bisa dilakukan salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi para mahasiswa, ia menilai relevansi KKN harusnya tidak hanya menyasar desa-desa semata.

Ia beranggapan, bahwa KKN harus secara objektif dilakukan merata di semua tingkatan masyarakat, bahkan di area perkotaan sekalipun.

"KKN tidak harus di desa-desa. UMKM tidak hanya di desa. Jadi, semangat kolaborasi itu harus dilakukan secara merata di semua tingkat masyarakat," pesannya.

Ia memantau, saat ini sudah masif anak-anak muda dari kalangan mahasiswa yang mulai berwirausaha sebagai UMKM.

Hal tersebut dinilainya positif karena mereka juga bisa mengimplementasikan ilmu pengetahuan atau strategi dipelajari dari kuliah.

"Mahasiswa banyak yang berwirausaha sebagai UMKM, dan itu bagus agar bisa mendapatkan safety net ketika tidak bekerja di perusahaan sebagai pegawai," ungkapnya.

Kendati demikian, ia menyadari  kolaborasi antara industri UMKM dan pendidikan saja tidaklah cukup, disebutnya tetap harus ada pihak ketiga yakni pemerintah sebagai regulator.

"Hub itu bisa mendorong banyak titik, dan optimisme saya tinggi kalau semua komitmen untuk terbuka menjalin kolaborasi," tutur Prof Djoko. 

Sementara itu, Founder Space Roastery William Christiansen memaparkan, sebagai pemilik usaha pada sektor food and beverage mengaku market dari mahasiswa memang cukup tinggi dan dominan.

Ia memetakan, pada momentum libur kuliah berpengaruh terhadap trafik kunjungan ke usahanya.

"Ada pengaruh misal ketika libur. Jadi, memang dua hal ini erat kaitannya," paparnya.

Lebih lanjut, ia menilai para mahasiswa atau institusi pendidikan memang memiliki keterkaitan erat terhadap pertumbuhan industri UMKM.

Dinilainya, dengan tingkat krwirausahaan yang semakin tinggi dimungkinkan roda perekonomian juga dapat bergerak lebih cepat. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#industri kecil #institusi pendidikan #UMKM #UAJY