RADAR JOGJA - Kiprah SMK SMTI Yogyakarta sebagai sekolah dengan serapan yang tinggi bekerja di industri setelah atau bahkan sebelum lulus ternyata juga dipantau dan disadari oleh sekolah dari berbagai jenjang.
Hal tersebut salah satunya tercermin dari banyaknya kunjungan masyarakat, instansi pendidikan ke SMK SMTI dalam rangka mengidentifikasi proses pembelajaran hingga hal-hal lainnya seperti fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki SMK SMTI.
Wakil kepala bidang kesiswaan SMK SMTI, Sarman mengatakan, baru-baru ini SMK SMTI baru saja menerima kunjungan dari SMP Negeri 15 Yogyakarta.
Dua hari kemudian sekolah satu naungan dibawah Kementerian Perindustrian SMK SMTI Bandar Lampung melakukan kunjungan ke SMK SMTI Yogyakarta yang dibersamai dengan 14 guru dan 126 siswa.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan SMK-SMTI Yogyakarta dan SMK SMTI Bandar Lampung.
Pada kunjungan tersebut guru dan siswa didampingi pengurus OSIS untuk tour laboratorium.
Adapun, laboratorium yang dimiliki antara lain kontrol proses, instrumen analisis, mekatronika, PLC (programmable logic controller), APIK (Aneka Produk Industri Kecil), OTK (Operasi Teknik Kimia), mikrobiologi, kimia analisa, fisika dan kimia dasar.
"Sementara SMP 15 itu mereka datang untuk melihat proses pembelajaran, laboratorium, hingga belajar bagaimana membentuk karakter," katanya, Selasa (30/1).
Lebih lanjut, Sarman mengungkapkan bahwa dari obrolan yang terjadi dengan pihak SMPN 15 Yogyakarta, lebih dari 50 persen siswa mereka ingin melanjutkan ke jenjang SMK, dan SMK SMTI merupakan salah satu tujuan yang cukup favorit bagi mereka.
"Sebagian besar siswa mereka maunya lanjut ke SMK dan salah satu tujuannya adalah SMTI, karena banyak juga alumni mereka di sini," ungkapnya.
Selain menerima kunjungan dari SMP, untuk tetap mempertahankan eksistensi dan prestasinya, SMK SMTI juga secara intens melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah SMP untuk sosialisasi secara berkala.
Dikatakannya, selain wilayah DIY, kota yang jadi tujuan sosialisasi meliputi Magelang hingga Klaten.
"Selain itu kami kirim CV atau informasi soal SMTI ke ratusan sekolah, kurang lebih ada 255 sekolah di Indonesia," lontarnya.
Hal tersebut diakuinya penting dilakukan untuk tetap mempertahankan kepercayaan publik serta mengenalkan secara lebih jauh terkait SMK SMTI, salah satu hal yang jadi sorotan disebutnya adalah banyaknya serapan SMK SMTI di dunia industri.
"Target kita per tahun 80 persen lulusan langsung terserap kerja, tapi alhamdulilah itu selalu tercapai bahkan lebih tinggi," paparnya.
Sarman menyampaikan, untuk lulusan tahun 2023 lalu jumlah serapan di industri juga mencapai 92 persen dengan sektor dominan di manufaktur, farmasi serta petrochemical.
Editor : Bahana.