Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anak Muda Disebut Rawan Golput Pada Pemilu Mendatang

Fahmi Fahriza • Kamis, 11 Januari 2024 | 03:44 WIB
LEPAS PENAT: Permainan boling kini mulai banyak digandrungi oleh kalangan anak muda untuk hiburan sebagai pelepas stres karena membuat fokus dan rileks. ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
LEPAS PENAT: Permainan boling kini mulai banyak digandrungi oleh kalangan anak muda untuk hiburan sebagai pelepas stres karena membuat fokus dan rileks. ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis data bahwa pada pemilu 14 Februari 2024, anak-anak muda generasi Z dan milenial memiliki demografi angka yang sangat dominan.

Kurang lebih sekitar 55 persen pemilih dari seluruh populasi. Hanya saja, mereka disebut berpotensi menjadi golongan putih (golput) pada pesta demokrasi.

Dosen Politik, Demokrasi dan Masyarakat Sipil Departemen Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Datu Jatmiko mengatakan, potensi golput pada anak-anak muda diakuinya memang cukup besar.

Disebutnya, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi mereka untuk golput. Antara lain adalah minimnya preferensi politik yang mereka miliki. Hingga sikap apatisme yang tinggi dari mereka terhadap politik.

"Memang besar potensi golput anak muda, termasuk mahasiswa, apalagi banyak yang merupakan pemilih pertama kali," katanya kemarin (10/1).

Datu mencontohkan, salah satu aspek yang menunjukkan minimnya preferensi politik anak-anak muda saat ini adalah mudahnya mereka termakan oleh gimmick politik yang tidak substansial.

"Mereka sukanya gimmick politik dibanding hal-hal yang lebih substansial, misalnya soal ide, gagasan atau kebijakan itu dinomorduakan," sebutnya.

Tak hanya itu, Datu juga memaparkan bahwa banyak dari mereka yang cukup apatis dalam merespons situasi politik saat ini. Misalnya menganggap pamflet, leaflet atau selebaran politik hanya sebatas sampah visual.

Kendati demikian, Datu menyebut bahwa institusi pendidikan seperti halnya UNY juga tetap menyosialisasikan kepada para mahasiswa untuk tidak golput. Serta tetap bijak menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang.

Adapun langkah-langkah konkret yang diambil, termasuk juga menggandeng Bawaslu atau KPU untuk sosialisasi pemilu kepada para mahasiswa. Salah satunya melalui platform kuliah praktisi.

"Kami tetap sosialisasi dan berharap mereka tidak golput di pemilu nanti," harapnya.

Terpisah, mahasiswi UGM Devita mengaku, belum memutuskan akan menggunakan hak pilihnya atau tidak pada pemilu mendatang. "Belum tau bakal milih apa enggak, masih bingung jujur, karena ini milih pertama kali," tuturnya.

Perempuan asal Klaten tersebut juga tidak atau belum mengurus surat pindah memilih ke Jogja untuk pemilu mendatang. Disebutnya jika dia memang ingin berkontribusi pada pemilu mendatang, maka dia akan pulang ke Klaten. (iza/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#golput #anak muda #UNY