RADAR JOGJA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) jadi salah satu kampus yang ditunjuk sebagai tempat pemungutan suara (TPS) khusus pada pemilu 14 Februari mendatang. Hal ini karena banyaknya demografi mahasiswa pendatang dari luar DIJ. Namun sampai saat ini, baru 150 orang yang mengurus pindah pemilih.
Wakil Rektor UMY Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK Faris Al-Fadhat mengatakan, sebelumnya hingga Kamis (4/1), ada 115 mahasiswa yang terdaftar sebagai pemilih yang akan menggunakan hak suaranya di TPS khusus UMY. Pihak kampus masih akan membuka pendaftaran bagi pemilih pindahan hingga 15 Januari mendatang.
Secara demografi, lanjutnya, 70-75 persen mahasiswa UMY merupakan mahasiswa aktif dari luar daerah. "Mahasiswa asal DIJ mungkin 25-30 persen, karena itu UMY dipilih juga jadi TPS khusus," katanya kemarin (9/1).
Meski demikian, UMY tidak memiliki target spesifik terkait jumlah mahasiswa yang mengurus pindah pemilih. Namun kampus swasta ini tetap gencar untuk menyosialisasikan pindah memilih dan memanfaatkan hak pilih bagi seganap mahasiswa.
"Belum lama ini kita kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bantul," paparnya.
Pada pemilu mendatang, diakuinya juga banyak mahasiswa UMY dari luar daerah yang berencana pulang. Sehingga akan menggunakan hak pilih di kampung halamannya.
Dikatakannya, segenap mahasiswa luar daerah yang pulang ke rumah tersebut selain untuk memilih presiden juga dikarenakan perlu memilih caleg DPRD di daerahnya masing-masing. "Karena itu juga termasuk periode libur kuliah," ungkapnya.
Faris membeberkan, secara umum UMY berkomitmen untuk memberikan layanan dan fasilitas bagi para mahasiswanya dalam pemilu mendatang. Sebab pada pesta demokrasi 2019, banyak mahasiswa yang kebingungan memilih TPS. Bahkan tak jarang, mereka dilempar dari satu TPS ke TPS lainnya karena kehabisan surat suara.
"Pemilu kali ini UMY benar-benar ingin memfasilitasi mahasiswa, kita pastikan layanan dan fasilitasi dengan baik," tegasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita