Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TOP OF THE YEAR 2023, Sakir Ridho Wijaya S.IP., M.IP., Dosen Muda Ilmu Pemerintahan UMY Banyak Bantu Kalurahan di DIY Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 5 Januari 2024 | 22:18 WIB
Dosen muda Ilmu Pemerintahan UMY, Sakir Ridho Wijaya S.IP
Dosen muda Ilmu Pemerintahan UMY, Sakir Ridho Wijaya S.IP

RADAR JOGJA - Sebagai tenaga pendidik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sakir Ridho Wijaya, S.IP., M.IP., tidak melulu menularkan ilmunya pada mahasiswanya di kampus.

Ia juga membagikan ilmunya di lingkungan masyarakat. Banyak kalurahan di DIY yang telah didampingi dan diinspirasi, sehingga menjadi kalurahan yang mandiri dalam berbagai hal.

SAKIR boleh dibilang sebagai dosen muda. Usianya baru 34 tahun. Meski demikian, beberapa prestasi dan predikat sudah disandangnya.

Banyak pula pengabdian yang ia lakukan di kalurahan-kalurahan di DIY melalui program Hibah Matching Fund dan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Sakir yang merupakan pria asal Kebumen ini, selain menjadi Dosen Ilmu Pemerintahan di UMY, juga sedang menempuh pendidikan S3 Jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik di Universitas Gajah Mada (UGM).

Ia resmi menjadi dosen di UMY pada 2016. Dalam perjalanan waktu, ia pernah menyandang predikat sebagai dosen favorit se Prodi Ilmu Pemerintahan di UMY.

"Dia (Sakir) juga pernah menyandang predikat sebagai dosen dengan kinerja pengabdian terbaik se UMY," ujar salah satu dosen Ilmu Pemerintahan UMY kepada Radar Jogja.

Beberapa apresiasi lain juga berhasil Sakir dapatkan. Salah satunya ia mendapatkan program hibah Matching Fund dan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Hibah tersebut didapat dua tahun berturut-turut (Hibah Matching Fund 2021-2022 dan Hibah Pengabdian DRTPM 2023-2025).

"Nah tahun ini (2023), kami coba mengajukan lagi. Kali ini yang multiyear, dan alhamdulillah lolos. Program ini berlaku selama tiga tahun, dari 2023 hingga 2025. Tujuan kami mendampingi Kalurahan Wirokerten untuk mengintegrasikan potensi wisata dan UMKM berwawasan lingkungan menuju Kalurahan Wirokerten menjadi Desa Mandiri Budaya tahun 2025," kata Sakir.

Melalui program multiyears ini, penelitian yang digarap fokus pada tata pola bencana yang dikaitkan pariwisata.

Hasil yang didapatkan, berupa konsep pariwisata tangguh bencana, atau pariwisata aman bencana.

Bidang yang diseriusi, lebih fokus pada ekonomi kreatif, desa wisata, UMKM, dan BumKal.

"Program hibah yang didapat, mengarah pada bagaimana mengintegrasikan potensi UMKM, dan potensi wisata. Dalam pengelolaannya, inovasi yang coba kami tawarkan, adalah konsep bagaimana meningkatkan pendapatan desa dengan mengedepankan keamanan tempat wisata, bagaimana nanti keberlanjutannya, dan bagaimana harmonisasi hubungan dengan lingkungan," tuturnya.

Diceritakan, program matching fund tahun 2021, dulu fokus di 10 kalurahan di Sleman, Kulon Progo, dan Bantul. Untuk 2022, difokuskan di satu kalurahan saja, yaitu Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman.

"Untuk program pengabdian yang sekarang, karena selama ini sudah banyak di Sleman, maka kami geser fokus di Kalurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul,” katanya.

Inovasi yang diluncurkan Sakir bersama timnya, berupa konsep atau model dalam layanan pemerintahan dan pariwisata. Inovasinya dikaitkan dengan digitalisasi.

Sakir Ridho Wijaya, S.IP., M.IP., tidak melulu menularkan ilmunya pada mahasiswanya di kampus, tapi juga terjung ke  masyarakat
Sakir Ridho Wijaya, S.IP., M.IP., tidak melulu menularkan ilmunya pada mahasiswanya di kampus, tapi juga terjung ke masyarakat

"Salah satunya, kami coba mendesain Kalurahan Online (Kaline),” ungkapnya.

Kenapa Kaline? Ini dikarenakan berbasis digital, sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih maksimal.

“Kami coba mendesain layananan digital dari sisi websitenya. Di sini, profil kalurahan, logo kalurahan, dan maskot kalurahan, kami bikinkan," jelasnya.

Dalam proses pembuatan, Sakir bersama timnya bekerja sama dengan mahasiswa prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Juga membuat aplikasi bernama Desa Wisata Wirokerten (Dewikerten). Aplikasi ini berisi paket wisata, konsep wisata, dan fitur-fitur lainnya.

Selain itu, Sakir bersama tim juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, BPBD Bantul.

Bermitra dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), hingga PT Link Productive Indonesia.

Selama dalam pengabdian, ada yang membuat terharu bagi Sakir. Salah satu contoh yang ia ungkapkan, adalah saat pengabdian di Kalurahan Wirokerten.

Di sana, dirinya bersama tim membuat 'Pasar Blumbang'. Pasar Blumbang mirip dengan bazar, dimana penjualnya adalah warga desa. Pasar itu dihadirkan untuk meningkatkan ekonomi mereka.

"Saya cukup terharu ketika ada ibu-ibu penjual wedang Bajigur mengaku terbantu dengan hadirnya Pasar Blumbang tersebut. Ibu-ibu itu mengaku, bisa mendapatkan tambahan pengahasilan melalui jualan di sana," jelasnya.

Program terdekat yang akan digarap Sakir, memperkuat desa mandiri budaya di Bantul, dan mendukung program pemerintah DIJ tentang Reformasi Kalurahan.

Program Reformasi Kelurahan tersebut, untuk memaksimalkan potensi lokal melalui Bumdes, dan lainnya.

"Kami akan coba bantu melalui pendampingan untuk mencapai tujuan tersebut. Awal 2024, kami sudah mulai action untuk program tersebut," pungkasnya. (cr5/jko)

Sakir Ridho Wijaya, S.IP., M.IP., tidak melulu menularkan ilmunya pada mahasiswanya di kampus, tapi juga terjung ke  masyarakat
Sakir Ridho Wijaya, S.IP., M.IP., tidak melulu menularkan ilmunya pada mahasiswanya di kampus, tapi juga terjung ke masyarakat
Editor : Bahana.
#pendidik #kalurahan #dosen muda #UMY #DIY