RADAR JOGJA - Program kantin halal yang digulirkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bagi satuan kerja mulai membuahkan hasil. Salah satunya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kebumen.
MIN 1 Kebumen secara resmi kini telah memiliki kantin halal. Itu artinya seluruh penyedia panganan atau jajan di madrasah telah mengantongi legalitas halal.
"Kementerian agama terus mendorong madrasah agar menyediakan jajanan halal dan sehat," jelas Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Khamid, Sabtu (16/12).
Khamid menyebut, proses sertifikasi kantin halal di MIN 1 Kebumen sudah berlangsung sejak enam bulan lalu. Tepatnya ketika Kemenag melalui pendamping produk halal (PPH) menggelar sosialisasi produk halal di lingkungan madrasah.
"Tidak sekadar sehat, namun jajanan halal dan thayyib menjadi sebuah keharusan," ujar Khamid saat peresmian kantin halal MIN 1 Kebumen.
Kemudian, proses ini berlanjut dengan pendampingan dan verifikasi. Adapun proses verifikasi dilihat dari bahan baku, peralatan dan pembuatan jajanan. "Delapan belas pemasok panganan sekarang semua sudah terima sertifikat halal," katanya.
Kepala MIN 1 Kebumen Widyastuti menyambut baik pencanangan kantin halal. Adanya sertifikasi halal tersebut diharapkan dapat menjamin produk makanan yang dijual di kantin madrasah.
Menurutnya, hal ini cukup penting untuk menjaga mutu dan standar halal setiap jajanan. "Setidaknya sekarang guru dan orang tua tidak resah dengan jajanan yang dikonsumsi siswa," ungkapnya.
Widyastuti mengatakan, jajanan di kantin sekolah memiliki pengaruh terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, butuh kesadaran para penyedia jajanan memperhatikan berbagai aspek, termasuk aspek kesehatan dan kehalalan.
"Halal aja tidak cukup, tapi juga harus sehat. Begitu sebaliknya. Sehat tapi tidak halal, ya sama aja mengkhawatirkan," tuturnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo