RADAR JOGJA – Rendahnya minat baca anak di DIY jadi persoalan. Kepala Balai Bahasa Jogja Dwi Pratiwi menuding, di sekolah, sarana dan prasarana terutama buku bacaan anak variasinya masih kurang.
Kebanyakan yang dihadirkan di sekolah adalah buku paket pembelajaran tapi buku fiksi dan variasi lain masih kurang. "Karena hal tersebut, tingkat siklusnya jadi lama. Ketika anak sudah selesai baca, harusnya ada stok buku baru lagi yang bisa dibaca. Setidaknya untuk menarik minat baca anak," ujarnya dalam acara Pelaksanaan Diseminasi Produk Penerjemahan tahun 2023 yang diadakan Balai Bahasa Provinsi DIY Kamis (7/12).
Selain itu, dalam pembelajaran di sekolah rerata guru masih banyak menggunakan buku-buku pada umumnya. Buku-buku fiksi dan variasi lain masih jarang digunakan. Otomatis anak jadi kurang mengenal buku-buku tersebut. Masih sedikit guru yang menjadi model atau contoh pembaca kepada siswanya.
“Kalau gurunya bisa menjadi contoh, mungkin anak-anak akan lebih tertarik. Seperti mendongeng atau membacakan puisi," tandasnya.
Selain faktor internal sekolah, faktor di luar sekolah juga mempengaruhi minat baca anak. Fenomena sekarang dengan adanya internet, persebaran bacaan atau cerita ringan yang ada di sosial media menjadikan anak lebih tertarik pada hal tersebut.
"Adanya game di handphone dan media sosial juga sangat mempengaruhi minat baca anak," tuturnya.
Selanjutnya faktor keluarga, masih banyak keluarga yang belum memberikan pendidikan pembiasaan membaca sejak dini untuk anaknya. Hal tersebut menjadikan anak tidak terbiasa membaca karena mungkin kesibukan orang tua atau banyak orang tua yang belum paham cara memotivasi anaknya.
"Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung juga menjadi salah satu faktor kurangnya minat baca," jelasnya.
Baca Juga: Dishub Bantul Usulkan Penambahan Armada Bus Sekolah, Direncanakan Beroperasi di Semester II 2024
Jadi penambahan buku baru oleh Balai Bahasa ini merupakan salah satu upaya refresh kembali semangat gerakan literasi sekolah yang agak kendor belakangan ini. Hal tersebut disinyalir karena faktor kesibukan pekerjaan atau penyesuaian kurikulum di sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Titik Sunarti Widyaningsih menambahkan, diseminasi produk penerjemahan 2023 membuktikan produk terjemahan Balai Bahasa Provinsi DIJ sudah banyak. Seluruh sekolah bisa mengakses buku-buku tersebut. Maka dari itu, untuk menyebarkan informasi, guru-guru dari TK hingga SMP bahkan komunitas di seluruh DIJ diundang dalam giat tersebut.
"Harapan kami program seperti ini tetap berlanjut, semoga dengan produk baru ini menjadi daya tarik anak untuk membaca. Tentunya pojok baca jadi tidak berdebu lagi dan koleksinya tambah banyak," tandasnya.
Hadirnya 97 buku cerita anak yang tengah dilakukan Diseminasi Produk Penerjemahan tahun 2023 selama lima hari 6-7 dan 11-13 Desember 2023 tersebut nantinya dapat dinikmati secara gratis melalui E-Book. 97 judul naskah tersebut didapatkan melalui penyaringan dari 300 naskah hasil sayembara. (cr5)
Editor : Heru Pratomo