Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gandeng Anak-Anak untuk Promosikan Budaya Batik

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 14 Oktober 2023 | 19:20 WIB
PERCAYA DIRI: Komunitas Pembatik Cilik saat membatik bersama dan melakukan fashion show dalam memeriahkan Hari Batik Nasional di SDN Jigudan, Kapanewon Pandak beberapa waktu lalu.
PERCAYA DIRI: Komunitas Pembatik Cilik saat membatik bersama dan melakukan fashion show dalam memeriahkan Hari Batik Nasional di SDN Jigudan, Kapanewon Pandak beberapa waktu lalu.

RADAR JOGJA - Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) menggelar kegiatan membatik bersama dan fashion show di SDN Jigudan, Pandak Jumat (10/10). Kegiatan itu digelar dalam rangakaian peringatan Hari Batik Nasional, yang jatuh pada 2 Oktober lalu. Acara tersebut diisi oleh Komunitas Pembatik Cilik di wilayah Pandak.

Komunitas Pembatik Cilik merupakan inisiasi YPA-MDR yang diadakan di Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul dan Kapanewon Pandak, Bantul. Di Pandak sendiri ada 92 siswa dari empat sekolah binaan Astra. Yakni SDN Jigudan, SDN Ciren, SDN Gunturan, dan SMPN 4 Pandak yang menjadi binaan Komunitas Pembatik Cilik. “Masing-masing sekolah dipilih minimal sebanyak 10 sampai 12 orang untuk dibina," kata pembina Komunitas Pembatik Cilik, Anjani Sekar Arum.

Dia menjelaskan, komunitas tersebut baru dibentuk pada 2021. Namun para pembatik cilik mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan produk batik tulis. “Mereka juga menjadi bagian dalam mempromosikan budaya batik melalui kampung wisata edukasi batik pembatik cilik di Padukuhan Gunting, Gilangharjo yang diluncurkan pada 2022 lalu,” tambahnya.

Anjani menyebut, karya batik mereka telah terjual dengan harga berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta. Hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk menabung pendidikan siswa-siswa ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah eksploitasi anak. “Sebagai motivasi bagi mereka untuk menghasilkan uang yang akan digunakan untuk pendidikan mereka di masa depan,” jelasnya.

Komunitas Pembatik Cilik ini dibentuk untuk meregenerasi pembatik di Kampung Batik di Padukuhan Gunting, Gilangharjo, Pandak. Sebab dahulu mayoritas warga di Gilangharjo merupakan pembatik. Namun saat ini, jumlah tersebut menurun hingga sekitar 20 persen. "Dulu di kampung kami mayoritas hampir separuh lebih pembatiknya, sekarang hanya tinggal 10-20 persen," ujar Dukuh Gunting, Tumilan.

Menurutnya, regenerasi pembatik juga dilakukan dengan menjadikan Komunitas Pembatik Cilik sebagai pemandu wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke kampung wisata batik. Anggota Komunitas Pembatik Cilik akan mengajarkan batik untuk para wisatawan yang hadir. Mereka juga akan menjadi model peraga busana batik untuk batik kreasi mereka sendiri. “Harapannya komunitas ini dapat menciptakan generasi baru yang mencintai budaya batik,” tandas Tumilan. (tyo/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#Komunitas Pembatik Cilik #Budaya Batik #SDN