RADAR JOGJA - Pendidikan adalah pondasi masa depan. Pendidikan yang baik harus mencerminkan nilai-nilai luhur yang diterapkan oleh Jenderal Achmad Yani.
"Dalam pendidikan yang mandiri dan berkepribadian, kita belajar untuk menjadi individu yang bertanggung jawab, kreatif, dan berkontribusi positif kepada masyarakat. Ini adalah tugas kita untuk menggabungkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan heroisme dalam proses pendidikan kita, sehingga kita dapat meneruskan warisan kejuangan yang begitu berharga," jelas Kasad Jenderal Dudung Abdurachman dalam sambutan yang dibacakan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo dalam sidang senat terbuka wisuda lulusan 2023 Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjaya) Yogyakarta di The Alana Hotel Sleman Selasa (3/10/2023).
Hadir dalam acara itu Kepala Bidang Pendidikan YKEP Mayjen TNI (Purn) Beny Indra, Ketua BPH Unjaya Brigjen TNI (Purn) Rimbo Karyono, dan Rektor Unjaya Prof Dr Triana Hertiani. Wisuda diikuti 635 mahasiswa diploma dan sarjana.
Oleh karena itu, menurut Kasad, dalam dunia yang terus berubah ini, kita harus siap untuk menghadapi berbagai tantangan. Semangat Achmad Yani muda adalah semangat yang tidak takut menghadapi perubahan dan mencari solusi untuk masalah yang kompleks.
"Oleh karena itu, saya mendorong anda semua untuk menjadi pemikir yang kreatif, aktif dalam komunitas, dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai kejuangan yang telah diberikan oleh Jenderal Achmad Yani kepada kita," tegasnya.
Khusus kepada para wisudawan, Kasad berpesan agar menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi era digital yang dapat berubah dengan cepat dan berdinamika tinggi.
"Dalam menghadapi era digital ini, generasi muda dituntut untuk memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih luas, termasuk kemampuan dalam penggunaan teknologi," ungkapnya.
Menurut Kasad, generasi yang hari ini di wisuda telah menjadi pilar penting. Tak hanya bagi perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Tetapi, juga memiliki peranan besar dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai agen perubahan (agent of change).
Baca Juga: Sasar Pecinta Balap MotoGP, AHM Hadirkan New CBR150R Edisi MotoGP
"Meraih gelar baru berarti menjadi manusia yang senantiasa belajar, manusia yang berambisi dengan ilmu, yang memiliki sense atau kesadaran untuk selalu berpikir dan mencari kebenaran. Maka, pada hakikatnya adalah menjadi manusia penuntut ilmu sepanjang hayat (a lifetime learning individu)," paparnya.
Kasad juga berpesan agar para wisudawan menjadi akademisi yang tidak hanya pandai dalam pendidikan formal. Tetapi, juga dalam ilmu kehidupan.
"Senantiasa belajar untuk terus mengembangkan diri menjadi ahli-ahli dalam bidang apapun yang kalian tekuni serta mendedikasikan ilmu kalian kepada masyarakat. Insyaallah dengan demikian kalian akan menemukan dan membangun jalan menuju cita-cita kalian masing-masing," terang Kasad.
Baca Juga: Indonesia Memperingati Hari Batik Nasional, Berikut Sejarah Singkatnya !
Ilmu yang dimiliki adalah panduan untuk mencapai itu semua, seperti nilai-nilai karakter, watak, serta kedewasaan berpikir, yang menentukan seberapa jauh kalian akan melangkah.
"Watak dan karakter itulah, yang secara kolektif akan menentukan masa depan bangsa kita ini. Terus tumbuhkan budaya dan semangat belongingness kepada almamater kalian, serta karakter militansi agar kalian senantiasa tangguh dalam menghadapi tantangan ke depan," paparnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi Letjen TNI (Purn) Dr Tatang Sulaiman menyampaikan, wisuda hari ini tentunya bukan akhir pencapaian dari suatu tahapan pendidikan. Wisuda bukanlah purna tugas untuk berhenti belajar.
Namun, sebaliknya, ilmu yang sudah didapatkan di kampus perlu dilanjutkan dan diaplikasikan guna membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan ke depan yang semakin kompleks.
“Melalui prosesi wisuda hari ini, berarti satu paket kurikulum sudah diselesaikan. Ibarat orang berlari, saudara telah menyelesaikan sebuah lintasan," ungkapnya.
"Saya berharap, saudara tidak berhenti berlari mengejar ilmu, karena saudara harus terus melengkapi kompetensi agar kelak dapat mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik,” tegasnya.
Editor : Amin Surachmad