RADAR JOGJA – Memperingati Hari Batik Nasional (HBN), pelajar tingkat SMA/SMK di DIJ kompak membatik bersama di Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Jogja Senin (2/10/23). Digandengnya generasi muda ini juga bertujuan untuk pelestarian batik.
Ketua Dekranasda Kota Jogja Atik Wulandari menjelaskan, membatik bersama yang diikuti kalangan pelajar diikuti kurang lebih 80 orang. Mereka membatik bersama pada kain panjang sekitar 20-30 meter yang disediakan. Selain itu, ada juga yang membatik perorangan.
Tak hanya dilibatkan dalam proses membatik bersama, para pelajar juga diberikan wadah untuk menampilkan karya batik mewakili sekolah mereka masing-masing, hal itu dilakukan karena banyak sekolah di DIJ yang menjadikan batik sebagai mata pelajaran maupun muatan lokal dan ekstrakurikuler.
"Banyak tenant batik dari sekolah jenjang SMA, selain menampilkan karya itu juga menjadi wadah kreativitas dan transaksional," tambah Atik.
Kompetisi desain baju batik casual juga turut digelar. "Untuk lomba desain antusiasme sangat tinggi, ada sekitar 100 karya yang dilampirkan dari para pelajar," sebutnya.
Dilibatkannya anak muda, lanjutnya, karena mereka lebih mengetahui dan paham tentang apa yang sedang menjadi tren. "Ini kan eranya anak-anak muda itu,” ucapnya.
Terpisah, salah satu siswa SMK di DIJ Keiza Amelia mengaku senang dengan agenda yang dilakukan. Dia juga merasa bangga karena ada keterlibatannya dalam kegiatan membatik bersama. "Bisa belajar lebih dalam juga soal batik," lontarnya.
Keiza berharap, ke depannya dia juga dapat berkecimpung di dunia batik. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah mulai dengan membuat desain-desain baju dan fashion bermuatan batik. "Sudah mulai belajar desain sih. Kompetisinya aku juga ikut, tapi tidak menang," ujarnya.
Lebih lanjut ia juga mengapresiasi bahwa batik jadi salah satu aspek yang dekat dengan berbagai lapisan kehidupannya. Bahkan di sekolah, para pelajar juga banyak mendapatkan materi khusus soal batik. Baik sebagai muatan lokal pilihan, hingga muatan lokal wajib. “Dan itu juga langkah yang bagus melestarikan batik menurut saya," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika