BANTUL - Aktivitas merokok berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama bagi anak usia remaja. Pelbagai penyakit mulai dari jantung hingga kanker mengancam para perokok.
Remaja merokok kecenderungan awal karena penasaran dan coba-coba. Kemudian berubah menjadi kecanduan dan alasan stress tidak bisa berfikir kalau tidak merokok. Kondisi ini harus dicegah sejak dini.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bantul melakukan upaya pencegahan dini dengan skrining perilaku merokok siswa. Data itu kemudian dipergunakan untuk upaya pencegahan, salah satunya edukasi.
“Kegiatan ini penting dilakukan agar pihak madrasah segera bisa mengetahui seberapa besar siswa yang sudah pernah merokok bahkan mungkin sudah kecanduan merokok," ujar Koordinator UKS/M MAN 3 Bantul Siti Nurhasanah, Selasa (26/9/2023).
Dalam hal ini, MAN 3 Bantul bekerjasama dengan Puskesmas Pleret untuk proses pemeriksaan. Sebanyak 37 siswa kelas X diambil sampelnya. Kemudian diperiksa menggunakan alat Smokerlyzer.
"Jika nanti kedapatan ada siswa yang merokok dari pemeriksaan ini, maka madrasah akan mengedukasi mereka agar bisa mempunyai kesadaran untuk meninggalkan rokok," ujarnya.
Baca Juga: Para Pecinta Game, Goblin Slayer Siap Hadir dalam Dunia Game!
Sementara itu, hasil skrining perilaku merokok siswa kelas X menunjukkan kondisi cukup baik. Dari 37 siswa dan satu guru yang diperiksa, didapati kadar CO nol persen ada 9 orang. Kemudian kadar 1 persen ada24 orang, 2 persen ada 3 orang, 6 persen ada 1 orang dan 7 persen ada 1 orang.
"Alhamdulillah, hasil pemeriksaan menunjukkan siswa MAN 3 Bantul masih aman dan belum terpengaruh perilaku merokok," imbuhnya. (lan).