Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Hari Sekolah di Sleman, Pakar Minta Perhatikan Gizi Anak, Kenapa? 

Wulan Yanuarwati • Kamis, 21 September 2023 | 18:23 WIB

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja Hardi Santosa
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja Hardi Santosa

JOGJA - Lima hari sekolah di Sleman mulai diterapkan pada ajaran baru 2023/2024. Diperuntukkan bagi jenjang pendidikan anak usia dini, SD dan SMP.

Sejauh ini, lima hari sekolah di Sleman dinilai berjalan dengan lancar. Para guru diminta mengoptimalkan kegiatan di sekolah dan tidak membebani siswa dengan pekerjaan rumah (PR).

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja Hardi Santosa menilai ada hal tak kalah penting yang harus diperhatikan. Tidak melulu tentang beban PR atau durasi belajar yang lebih panjang. 

"Termasuk yang lebih penting bagaimana makan, gizi anak-anak itu juga penting. Jangan sampai anak terforsir energinya untuk menerima pelajaran, jenuh," tegasnya Kamis (21/8/2023).

Baca Juga: Patut Dicontoh Nih, Ratusan Siswa MTsN 9 Bantul Ini Sulap 80 Kilogram Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Menurutnya, jika gizi tidak terpenuhi dan anak justru makan dan jajan yang tidak sehat maka bisa berakibat fatal. Maka guru dan orangtua harus mengontrol dan memperhatikan. Mulai dari bekal makanan hingga pedagang di sekolah yang terkadang tidak diketahui bahan dagangan terbuat dari apa.

"Kalau gizi tidak terpenuhi juga bagaimana mau untuk mikir? Karena untuk mikir dibutuhkan kalori lebih besar daripada tenaga otot. Tenaga otak dan otot lebih besar tenaga otak. Ketika anak terforsi belajar, asupan gizi harus terpenuhi," tegasnya.

Baca Juga: Penggemar Video Game Pasti Gembira Mendegar Kabar Ini, Tekken 8 dan Mode Tekken Ball Kembali

Menurut Anggota Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah ini, sebaiknya ada skema kerjasama guru dan orangtua untuk kebutuhan makan siang siswa.

Dia menegaskan agar tidak dilepas begitu saja, perlu kontrol yang ketat. Sebab persoalan ini memiliki efek jangka panjang.

"Ketika kita bicara generasi kuat dan Indonesia emas tapi secara fisik lemah, ini akumulasinya panjang. Kalau dari SD, mohon maaf gak terkontrok jajan bahan (sembarangan, red), tidak terkontrol murah, justru jadi problem di masa datang," lanjutnya. 

Baca Juga: Tanpa Kita Sadari Kebiasaan Buruk Ini Dapat Merusak Otak, Nomor 4 Seringkali Dianggap Sepele

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana mengatakan pelaksanaan lima hari sekolah di Sleman berjalan lancar.

Evaluasi juga terus dilakukan, mulai dari evaluasi mingguan dan bulanan. Sehingga apabila ada hal yang kurang atau tidak pas bisa segera ditindaklanjuti. 

"Alhamdulilah tidak ada hambatan, orangtua mendukung dan anak merasa senang," ujarnya. (lan).

Editor : Bahana.
#lima hari sekolah #Sleman #radar jogja #fisik #Sekolah #belajar #gizi #Jogja #sd