BANTUL - Permasalahan sampah di DIY memang tidak ada habisnya. Ratusan ton sampah dihasilkan setiap hari di Kota Pariwisata dan Budaya ini.
Warga DIY sudah diminta memilah sampah sejak dari rumah. Namun dalam pelaksanaannya masih ada banyak kendala karena tidak setiap orang memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya memilah sampah.
Atas kondisi ini, para siswa di MTsN 9 Bantul berupaya mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Kegiatan ini sekaligus implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5RA), yanv termasuk Kurikulum Merdeka.
"Ecobrick ini hanya memanfaatkan plastik bekas, dan nantinya bisa dimanfaatkan menjadi bermacam-macam barang. Contohnya kursi ataupun meja," ujar Koordinator P5RA MTsN 9 Bantul Wiwit Lestari, Kamis (21/9/2023).
Pembuatan ecobrick cukup mudah, dengan botol bekas dan plastik bekas makanan atau minuman yang sudah dicuci bersih. Kemudian dimasukkan dan dipadatkan.
Setiap siswa membuat satu ecobrick berukuran 1,5 liter. Satu ecobrick membutuhkan sampah plastik 500 gram. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini total 160 siswa kelas VII.
Sehingga total sampah yang berhasil diolah kurang lebih 80 kilogram sampah plastik.
"Ini hal yang baru untuk kami, semoga dengan langkah kecil ini bisa memiliki dampak yang besar terkait pengolahan sampah," ujar salah satu siswa kelas VII A, Aisyah. (lan).
Editor : Bahana.