Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mobscreen Penjarkes, Upaya Deteksi Dini Kesehatan Siswa Lewat Aplikasi

Annissa Alfi Karin • Minggu, 17 September 2023 | 22:14 WIB
MUDAH: Siswa SMAN 1 Jogja tengah memperlihatkan Aplikasi Mobscreen Penjarkes. (Dok Pemkot Jogja)
MUDAH: Siswa SMAN 1 Jogja tengah memperlihatkan Aplikasi Mobscreen Penjarkes. (Dok Pemkot Jogja)

 

RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja tengah gencar melakukan sosialisasi terkait Aplikasi Mobile Screening Penjaringan Kesehatan (Mobscreen Penjarkes). Ini merupakan salah satu program Dinkes Kota Jogja sebagai upaya deteksi dini masalah tumbuh kembang anak.

Mulai dari kesehatan fisik, mental, maupun deteksi riwayat penyakit keluarga. Fokusnya pada siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Jogja.

Pengelola Program Anak Sekolah dan Remaja Dinkes Kota Jogja Sri Lestari menyebut aplikasi ini memungkinkan siswa untuk memberikan informasi riwayat kesehatan. Caranya dengan mengisi kuisioner yang akan menunjukkan indikator Difficulties Questionnaire (SDQ), riwayat keluarga, modalitas belajar, dan dominasi otak.

"Skrining ini untuk mengetahui deteksi dini adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada siswa. Sehingga jika ditemukan masalah kesehatan dapat segera tertangani lebih cepat," kata Sri, Minggu (17/9).

Dia menambahkan, di dalam Aplikasi Mobscreen Penjarker ini dilengkapi fitur tambahan yakni penjadwalan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Fitur ini ditujukan bagi remaja putri. Sehingga nantinya data yang masuk akan menjadi laporan berkala.

"Selain itu, ada skrining merokok untuk usia minimal 10 tahun sampai 18 tahun, serta skrining jantung bawaan untuk kelas 1 SD," tambahnya.

Sri menyebut, penggunaan Aplikasi Mobscreen Penjarkes ini membutuhkan peran dari pihak sekolah dan orang tua. Pihaknya juga akan terus mengawal pendataan tumbuh kembang anak sebagai upaya deteksi dini.

Menurutnya, tumbuh kembang anak akan berpengaruh terhadap prestasi. Pada tahun ini tercatat ada 13 ribu siswa yang mengisi aplikasi ini. Sementata total siswa SD hingga SMP yang telah mengisi aplikasi ini tercatat telah mencapai 54 persen.

"Total sudah ada 37.293 siswa yang mengisi dari sasaran 68.422 siswa," tambahnya.

Aplikasi ini bisa dipasang dengan mudah dengan mengunduh melalui Playstore maupun Appstore. Diharapkan, data-data tumbuh kembang anak bisa diperbaharui setiap setahun sekali.

"Agar bisa terdeteksi dini, terutama dalam antisipasi adanya penyakit kronis," ungkapnya.

Salah satu siswa SMAN 1 Jogja Rheinida Oktavia Sugiyanto mengaku sosialisasi soal Aplikasi Mobsreen Penjarkes selalu diberikan pihak sekolah setiap tahunnya. Baginya, aplikasi ini sangat membantu dalam melakukan skrining kesehatan secara mandiri.

Ini juga bisa menjadi acuan baginya untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika didapati adanya riwayat atau gejala penyakit.

"Cukup bermanfaat karena jadi mengerti tentang kesehatan diri sendiri mulai dari kesehatan fisik, mental, dan riwayat yang paling rendah sampai mematikan di keluarga bisa diketahui," ungkapnya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #SMAN 1 Jogja #Tablet Tambah Darah #Dinkes Kota Jogja