Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

GKR Bendara: Budaya Tak Hanya Tari dan Gamelan Tapi Juga Budaya Memilah Sampah

Wulan Yanuarwati • Jumat, 8 September 2023 | 19:51 WIB
KONSISTEN: GKR Bendara saat Sarasehan Budaya dalam Rangka Memperingati HUT ke-34 SMA Negeri 11 Jogja, Jumat (8/9/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
KONSISTEN: GKR Bendara saat Sarasehan Budaya dalam Rangka Memperingati HUT ke-34 SMA Negeri 11 Jogja, Jumat (8/9/2023). (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengatakan budaya sifatnya timeless dan tidak terbatas pada kegiatan kesenian semata. Budaya merambah ke seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satunya ialah budaya memilah sampah.

"Budaya itu bukan hanya segi tari, gamelan tapi budaya itu sudah merupakan kehidupan kita sehari-hari. Tinggal kita dorong nanti budaya untuk membuang sampah dengan dipilah," ujarnya saat Sarasehan Budaya dalam Rangka Memperingati HUT ke-34 SMA Negeri 11 Jogja, Jumat (8/9/2023).

Menurut puteri kelima Hamengku Buwono X ini, budaya membuang sampah pada tempatnya sudah bergeser sesuai perkembangan zaman. Saat ini budaya yang harus ditekankan kepada generasi muda ialah budaya memilah sampah sejak jadi hulu.

"Budaya buang sampah, yang setelah itu dipilah, didaur ulang lalu tinggal residu dibuang ke TPS," ujarnya.

"Nah, ini saya rasa Bapak-Ibu sudah mengalami hal cukup viral, hampir sebulan lebih, ya, tentang sampah. Ini juga merupakan kebudayaan yang memang harus kita tekankan kepada generasi muda," lanjutnya.

GKR Bendara berharap generasi muda, khususnya di SMAN 11 Jogja, bisa memupuk budaya memilah sampah. Apalagi, di usia ke-34 tahun, SMAN 11 sebagai sekolah kebangsaan diharapkan dapat terus nguri-uri kebudayaan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 11 Jogja Suhirno mengatakan SMAN 11 Jogja ditetapkan sebagai SMA Kebangsaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bambang Sudibyo. Penetapan dilakukan pada saat peringatan 100 tahun lahirnya pergerakan Boedi Oetomo.

Bangunan SMAN 11 Jogja diketahui menjadi tempat bersejarah yang menyimpan memori kolektif tentang kebangkitan Nasional Indonesia. Organisasi Boedi Oetomo menyelenggarakan kongres pertamanya di gedung tersebut, pada 3-5 Oktober 1908.

Oleh sebab itu, Suhirno mengatakan, cita-cita besar para pendiri bangsa akan terus dilanjutkan oleh seluruh warga sekolah. Melalui pelbagai kegiatan yang positif dan membangun.

"Mengingat peristiwa besar masa lalu, impian mereka agar generasi saat ini dan masa datang bisa melanjutkan cita-cita mereka," ujarnya.

"Yakni dengan kegiatan yang sangat produktif, mencintai negara kesatuan Republik Indonesia dengan menunjukan sikap dan perilaku, termasuk dalam proses pembelajaran," lanjutnya. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #BOEDI OETOMO #memilah sampah #GKR Bendara