BANTUL - Sebanyak 426 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogja mengikuti Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK). Tujuannya meningkatkan kedisiplinan dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi para mahasiwa baru.
"Isinya adalah untuk meningkatkan kepemimpinan dan kedisiplinan para taruna taruni baru," ujar Ketua Pelaksana PDK STTKD Marsam TNI (Purn) Suparno di Kampus STTKD, Senin (4/9/2023).
"Materi yang diberikan ialah dasar kepemimpinan, kedisiplinan, aturan STTKD, terus orientasi lingkungan sehingga mereka terbentuk disiplin, karakter mulia, nantinya akan dapat melaksanakan kuliah dengan lancar," lanjutnya.
Dia berharap PDK STTKD bisa menjadi bekal bagi para mahasiswa dalam melaksanakan perkuliahan. Sehingga bisa lulus tepat waktu dan mendapatkan pekerjaan sesuai apa yang dicita-citakan. Dengan begitu, dapat menghasilkan para taruna dan taruni berkarakter hebat dan berintegritas.
"Taruna baik dan hebat yang mempunyai karakter beriman, bisa melakukan kuliah baik disiplin dan lulus tepat waktu. Tidak menunggu waktu lama untuk dapat pekerjaan. Saya harapkankan begitu," jelasnya.
Kegiatan dilakukan mulai Senin-Jumat (4-8/9/2023) dengan pelbagai kegiatan. Serangkaian acara tidak hanya pengenalan kampus dan kedisiplinan. Namun juga ada kuliah umum bagi mahasiswa baru yang diharapkan menjadi bekal mereka.
Diantaranya ada kuliah umum tentang Cyber dan Undang-Undang ITE dengan pembicara dari Polda DIY, kuliah umum tentang narkotika oleh BNN DIY, Kuliah umum Kebandarudaraan oleh Angkasa Pura I, dan kuliah umum pelayanan transportasi udara oleh Garuda Indonesia.
"Ada kuliah umum tentang cyber, terus narkoba, bela negara, itu untuk membekali mereka. Kita sebagai warna negara Indonesia yang baik apalagi mereka masih mahasiswa perlu sosialisasi narkoba, jangan sampai narkoba meracuni dan merajalela sehingga terhambat dalam perkuliahan," paparnya.
"Untuk memupuk nasionalisme, mereka perlu diberikan bela negara sehingga jadi warga negara hebat dan solid dalam meningkatkan bela negara ini," imbuhnya.
Sementara itu, kuliah umum tentang Cyber dan Undang-Undang ITE dengan pembicara Kasubdit Siber Polda DIY AKBP Asep Suherman. Dia meminta para mahasiswa baru berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Termasuk dapat mengenali dan mendeteksi kejahatan cyber yang bisa terjadi kapan saja.
"Jangan sampai jadi korban dari kejahatan cyber. Ada kriteria dalam yang kita pahami pertama anonymous (anonim, red), artinya gak pernah pakai nama asli, selalu palsu (harus diwaspadai, red). Kedua, yang harus dipahami biasanya kejahatan terorgnisiasi," jelasnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad