Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rencana Tiadakan Baju Toga Saat Wisuda, Rektor Universitas Widya Mataram Prof Edy: Ganti Baju Nuansa Kultural

Wulan Yanuarwati • Jumat, 1 September 2023 | 02:14 WIB
KULTURAL: Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Edy Suandi Hamid. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
KULTURAL: Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Edy Suandi Hamid. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

JOGJA - Universitas Widya Mataram (UWM) Jogja berencana mengganti atribut toga pada acara wisuda mahasiswanya. Atribut yang sudah ada sejak zaman Romawi Kuno itu bakal diganti dengan baju yang bernuansa kultural.

"Gaun ini simbol aja. Artinya simbolik saja, bukan substantif, kenapa kita tidak memunculkan simbol-simbol yang bernuansa kultural Indonesia, kultural Mataram, kultural Jogja," ujar Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta Prof Edy Suandi Hamid, Kamis (31/8/2023).

Pada zaman Romawi Kuno, baju toga berkaitan erat dengan status dan kelas sosial serta menunjukkan kewarganegaraan. Lalu, dipakai pada masa Yunani Kuno setelah Kekaisaran Romawi datang. Baju toga jika dilihat di era modern sebagai pakaian formal setelan bisnis.

Kemudian mulai pada kisaran abad ke-15 dipopulerkan oleh kalangan akademis. Baju toga lazim dipakai oleh para profesor saat itu. Desainnya yang panjang menghangatkan tubuh saat musim dingin.

"Kita harus melakukan inovasi, kebetulan kita kampus berbasis budaya maka kita angkat," ujarnya.

Meski begitu, penerapan baju toga saat wisuda di Universitas Widya Mataram Jogja harus melalui kajian. Apalagi, jika menilik sejarah panjang UWM didirikan pada 7 Oktober 1982 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX bersama Putra Mahkota KGPH Mangkubumi (Hamengku Buwono X).

"Mudah-mudahan wisuda selanjutnya bisa mewujud. Forum Group Discussion (FGD) masih dua minggu lagi," imbuhnya.

Lebih lanjut Edy mengatakan hal yang paling penting dalam kelulusan bukanlah perayaan maupun gaun tertentu. Namun, kompetensi dan ilmu yang dimiliki para lulusan Universitas Widya Mataram.

"Itukan simbol, bukan substansi kampus itu subsatnsi apa? Untuk pencerdasan, pengetahuan, kemudian pencerdasan dan juga pencerdasan karakter dan akhlak," ujarnya.

"Jadi itu standar yang harus dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan, jadi ketika lulus ada kompetensi karakter, pengetahuan dan skill. Nah itu yang penting," lanjut rektor yang akan diperpanjang masa jabatannya periode 2023-2027.

Sementara itu, wisuda ke-63 UWM Jogja rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (1/9/2023) besok. Sebanyak 176 orang rencananya akan diwisuda di Kampus Terpadu. Selain itu Dies Natalis ke-41 tahun akan diwarnai dengan sejumlah acara menarik. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#Edy Suandi Hamid #zaman romawi #Universitas Widya Mataram