Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kuliah Perdana Stipram Jogja Soroti Pentingnya Sustainable Tourism

Wulan Yanuarwati • Selasa, 29 Agustus 2023 | 22:40 WIB
PERTAMA: Kuliah perdana di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Jogja, Selasa (29/8/2023)  (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
PERTAMA: Kuliah perdana di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Jogja, Selasa (29/8/2023) (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

BANTUL - Sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu hal yang dibahas pada kuliah perdana di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Jogja. Pariwisata berkelanjutan memperhatikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi warga.

Dosen pengampu S2 Pariwisata Stipram Yogyakarta Tonny Hendratono mengatakan tantangan yang dihadapi oleh negara berkembang ialah mass tourism yang mendatangkan banyak wisatawan. Kondisi ini berdampak kepada banyak sektor sehingga harus diperhatikan secara cermat.

"Nah akibatnya mass tourism itu terjadi kerusakan terhadap lingkungan hidup, polusi, krisis air, sampah, kemacetan lalu lintas dan termasuk ketimpangan ekonomi," ujarnya Selasa (29/8/2023).

Maka, menurutnya, pariwisata berkelanjutan menjadi solusi, dan dalam pelaksanaan harus menekankan pada beberapa pilar penting. Di antaranya, pemerintah dan pemangku kepentingan harus memperhatikan pembangunan berbasis pelestarian alam. Selain itu juga dari segi ekonomi harus diperhatikan, agar warga sekitar tidak menjadi penonton di tempatnya sendiri.

"Pertama pelestarian alam, bagaimana pariwisata memperhatikan faktor lingkungan hidup, keberlanjutan alam untuk anak cucu nanti," ujarnya.

"Kemudian aspek ekonomi jangan sampai masyarakatnya hanya jadi penonton saja, bagaimana menikmati adanya pariwisata, pelestarian budaya itu juga penting," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua STIPRAM Yogyakarta Suhendroyono mengatakan pasca pandemi Covid-19, ada tren kenaikan pembukaan program studi pariwisata di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan persaingan yang sangat ketat.

"Setelah Covid yang berkembang pariwisata makanya jadi idola bagi semua pengembang atau penyelenggara pendidikan tinggi," ujarnya.

Oleh sebab itu, Stipram Jogja ditutut agar terus berinovasi dan memiliki kualitas yang tinggi. Peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan, mulai dari pengajar hingga lulusan Stipram Jogja harus unggul dan memiliki skill yang tinggi.

"Maka tema melaju meraih asa karena jangan sampai berhenti di tengah jalan. Kami sudah mempersiapkan diri sehingga sia-sia kalau tidak gunakan dan manfaatkan," ujarnya.

Ada pun mahasiswa baru pada 2023 berjumlah 750 orang dari pelbagai daerah di Indonesia. Mereka gabungan dari jenjang diploma 3, transfer, hingga strata satu. Mahasiswa paling banyak jenjang S1 pariwisata dan D3 perhotelan. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#sustainable tourism #Stipram Yogyakarta