Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seleksi Finger Painting Guru TK Se-DIY Sukses Dihelat, Siap Berlaga di Ajang Porseni Nasional

Wulan Yanuarwati • Minggu, 6 Agustus 2023 | 03:16 WIB
PORSENI: Seleksi lomba finger painting Guru TK yang selanjutnya akan dikirim pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Oktober 2023 mendatang di Jakarta. (Herpri Kartun/Radar Jogja)
PORSENI: Seleksi lomba finger painting Guru TK yang selanjutnya akan dikirim pada Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Oktober 2023 mendatang di Jakarta. (Herpri Kartun/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) PGRI DIY suskes menyelenggarakan seleksi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), Sabtu (5/8/2023). Seleksi diikuti para pemenang juara satu dan dua, yang sebelumnya sudah berkompetisi di tingkat kabupaten/kota se-DIY.

Selanjutnya, para pemenang akan dikirim pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru TK tingkat Nasional. Direncanakan event lima tahunan itu akan dihelat pada Oktober 2023 di Jakarta.

Salah seorang juri Lomba Finger Painting, Herpri Yanto atau akrab disapa Herpri Kartun, mengatakan, karya para guru TK secara keseluruhan sangat memuaskan. Kriteria penilaian meliputi tema dan teknik melukis.

"Karena ini tingkat provinsi jadi tema yang diangkat adalah tema-tema yang cocok di DIY. Nah, pemenang 1-3 kebetulan semua mengangkat tentang budaya. Menggambarkan ada penari, gunungan dan kesenian lainnya," jelasnya, Sabtu (5/8/2023).

Sementara penilaian pada teknik yang digunakan cukup unik. Karena menggunakan finger painting maka penilaian diantaranya ialah bagaimana kreatifitas saat mengusap cat menggunakan jari pada media lukis. Kemudian lukisan membentuk wujud yang diinginkan, meskipun ekspresif namun harus terbentuk.

"Membentuk suatu wujud dan warna yang hidup. Ada estetika, berbeda dengan teknik menunggunakan kuas yang cenderung bisa detail, teknik menggunakan jari cenderung ke arah gaya lukisan ekpresionisme," jelasnya.

"Kalau di luar negeri namanya terkenal Van Gogh, kalau di Indonesia Affandi dan ada Kartika Affandi itu mereka menggunakan finger painting walaupun ekspresif tapi tetap kelihatan bentuknya," lanjutnya.

Penilaian lainnya ialah ihwal kerapian dan ciri khas tertentu. Yakni bagaimana peserta mengisi bidang kosong dengan aksen tertentu. Termasuk bagaimana ekspresi dari para perupa itu sendiri.

"Bagaimana dia menyalurkan gregetnya ke visual sehingga bisa terasa punya ruh, bisa hidup," imbuhnya.

Herpri Kartun mengatakan pemenang juara satu dipilih karena memiliki ciri khas yang lain. Sebab ada kecenderungan peserta lainnya terjebak pada visual bergaya ala dekorasi. Hal ini dikarenakan mereka tidak terlepas dari kebiasaan mengajar di kelas.

"Juara satu berbeda karena tidak bermain di situ, dia punya penataan sedikit berbeda. Dia menggambarkan prosesi Gunungan, kemudian tampak Abdi Dalem dan orang-orang berjalan terus semakin jauh semakin mengecil jadi ada dimensinya kalau yang lain gak," paparnya.

Kemudian secara warna, Herpri menyebut lebih matang. Karena tidak hanya memainkan warna primer seperti merah, putih, biru, hitam maupun putih saja. Namun juga ada perpaduan warna. Sehingga terkesan lebih matang dan memiliki ruh tersendiri.

Sementara itu, Ketua Panitia Darmi mengatakan sebelumnya para guru TK ini diseleksi dari jenjang Kapanewon hingga Kabupaten. Selanjutnya pemenang tingkat kabupaten diseleksi pada tingkat provinsi dan dikirim ke ajang Nasional.

"Tadi diikuti guru TK se-DIY. Para pemenang selanjutnya akan mengikuti lomba di tingkat Nasional bulan Oktober di Jakarta," ujar

Selain sebagai ajang silaturahmi, Darmi berharap para pemenang yang akan dikirim bisa mengharumkan nama DIY di tingkat Nasional. Apalagi selama ini DIY selalu masuk lima besar terbaik.

"Harapannya bisa membawa nama DIY di tingkat Nasional. Kita masuk lima besar tingkat nasional, semoga ke depan lebih baik," ujarnya. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#IGTKI #porseni #Guru Taman Kanak-kanak #pgri