RADAR JOGJA - Efri Nawati tak bermimpi menjadi dokter. Bahkan, dia tak berani untuk bercita-cita menjadi dokter.
Tapi, ternyata semuanya berubah. Kini dia sedang menapaki jalan untuk menjadi seorang dokter.
Itu semua karena peran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Universitas yang terletak di Jl Brawijaya Kasihan, Bantul, tersebut memberikan beasiswa. Beasiswa khusus untuk mahasiswa baru agar bisa menempuh pendidikan dokter dan dokter gigi.
Ada lima beasiswa yang diberikan. Efri termasuk salah seorang yang terpilih. Dia meraih beasiswa UMY.
"Bagi saya mimpi menjadi dokter itu sangat tinggi terutama bagi orang yang tidak mampu seperti saya," ungkap Efri sambil menangis terharu saat penyerahan beasiswa oleh Rektor UMY Dr Gunawan Budiyanto di Kampus UMY pada Jumat (4/8).
Efri merupakan lulusan SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah. Dia mengaku begitu bangga memperoleh beasiswa untuk kuliah di Fakultas Kedokteran UMY.
Bahkan, menurut Efri, tak hanya dirinya yang bangga. Teman-temannya pun turut bangga.
Efri punya pesan spesial untuk teman-temannya. Dia berharap teman-temannya tetap semangat
Selain itu, dia juga berpesan agar jangan menjadikan keadaan yang kekurangan sebagai alasan untuk tidak menggapai mimpi.
"Saya berharap saya dan teman-teman dapat membangkakan orang tua kami. Serta bisa mengemban amanah yang sudah diberikan kepada kami," katanya.
Wakil Rektor Bidang Mahasiswa UMY Muhammad Faris Al-Fadhat mengatakan, setiap tahun UMY memberikan lima beasiswa dokter dan dokter gigi kepada mahasiswa baru. Kali ini, ada seorang mahasiswa baru yang mendapat beasiswa hingga selesai kuliah. Nilainya sekitar Rp 1 miliar.
Baca Juga: Kisah Dani Triyanto: Dua Kali Gagal Daftar TNI, Akhirnya Diterima Jadi Anggota Polri
"Jadi, penerima beasiswa itu, tiga untuk dokter umum dan dokter gigi," ujarnya, Jumat (4/8).
UMY menetapkan kriteria khusus untuk mendapat beasiswa dokter dan dokter gigi. Di antaranya, siswa dari keluarga kurang mampu, yatim atau yatim piyatu, dan pendapatan orang tua rendah.
"Kalau selama ini lima pendapat beasiswa itu rata-rata dari panti asuhan," tegasnya.
Editor : Amin Surachmad