Rektor UNISA Warsiti menjelaskan perkuliahan UNISA memiliki semangat yang berbeda. Hadir dengan bernafaskan nilai-nilai agama Islam.
“Kami telah memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan pendidikan dibidang kesehatan dan berpedoman pada falsafah Qur’ani. Semoga menjadi akan segera menjadi rahmatan li-‘alamin bagi umat bangsa, dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat islam yang diridhai Allah sesuai dengan visi Muhammadiyah,” jelas Warsiti saat gelaran media gathering di UNISA, Senin (13/2).
Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora UNISA Fitri Mutmainah menuturkan nilai Islam juga diterapkan salah satunya pada jurusan Psikologi. Jurusan ini tak lagi sekadar membicarakan ilmu yang mempelajari tentang manusia. Tapi juga dikaitkan dengan nilai-nilai agama islam.
“Misalkan Psikologi, kalau kami diajak membahas child free kami coba menyusun konsep child free ini ternyata juga bisa dilihat dari islam. Kemudian juga bagaimana menciptakan ketahanan keluarga,” katanya.
Fitri menyebut selain bernafaskan nilai Islam, identitas UNISA yang sebelumnya berfokus pada bidang kesehatan juga tak dilepaskan. Setiap bidang ilmu selalu dikaitkan dengan kesehatan. Menurutnya, kesehatan tak selalu terkait kesehatan fisik. Namun juga kesehatan spiritual, mental, dan sosial.
“Secara umum saya sampaikan bahwa di fakultas kami memang memiliki kespesifikan kesehatan yang kemudian masuk dalam kajian bidang kami. Tidak hanya membangun kesehatan fisi, tetapi juga mental, spiritual, dan sosial,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News