Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bisnis Pakan Ternak Bisa Jadi Ladang Usaha Potensial

Editor Content • Selasa, 6 September 2022 | 23:06 WIB
BISNIS POTENSIAL: Kepala BBPP Batu Sabir (kiri) didampingi Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto saat membuka acara pelatihan formulator pakan di kampus Magelang, Selasa (6/9/2022). (POLBANGTAN YOMA)
BISNIS POTENSIAL: Kepala BBPP Batu Sabir (kiri) didampingi Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto saat membuka acara pelatihan formulator pakan di kampus Magelang, Selasa (6/9/2022). (POLBANGTAN YOMA)
RADAR JOGJA -  Sebanyak 35 mahasiswa semester 3 Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) mengikuti pelatihan formulator pakan di kampus Magelang, Selasa (6/9/2022). Kepala Balai Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Sabir hadir sebagai pembicara dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Sabir mengatakan, jumlah penduduk Indonesia sedikit banyak berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan pangan. Hal itu menjadi tantangan besar bagi pelaku sektor pertanian sekaligus peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Begitu pula bisnis pakan ternak yang menjadi faktor pengungkit keberhasilan usaha ternak.

Menurutnya, kebutuhan pakan merupakan prioritas utama usaha ternak. Pasokan pakan bergizi dengan kualitas terbaik berpengaruh pada produksi usaha peternakan. Kualitas dan kontinuitas pakan harus diperhatikan untuk menjamin produktivitas. Oleh karena itu, formulasi pakan menjadi sangat penting untuk dipelajari.

“Ke depan, kebutuhan formulator pakan sangat mendesak untuk diselesaikan. Saatnya lulusan polbangtan mengambil peluang ini. Jadilah job creator yang andal. Buka lapangan kerja di bidang formulasi pakan, karena ini sangat mengutungkan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto menambahkan bahwa bisnis pakan ternak telah menggeser stigma low benefit yang erat dengan dunia “ngarit”. “Pendapatan tertinggi dalam usaha ternak justru pada pembuatan pakan. Banyak peternakan yang sudah membuktikannya,” bebernya.

Menurut Bambang, banyak peternak yang semula hidup dari berjualan ternak, saat ini mulai menjual pakan ternak untuk masyarakat. Sehingga populasi ternak dipertahankan untuk uji coba pakan.

Agar berhasil sebagai formulator pakan, Bambang menekankan perlunya memanfaatkan bahan baku lokal sebagai unsur utama pakan. “Tingginya biaya produksi yang diakibatkan oleh pakan dapat dikurangi dengan menggunakan bahan lokal yang ada di sekitar kita. Bahkan sekarang ini sudah banyak formulator memanfaatkan pelok (biji mangga) sebagai bahan baku pakan,” jelas Bambang.

Bambang pun mengajak mahasiswa untuk serius menekuni bidang tersebut. Melalui 14 hari pelatihan, Bambang berharap mahasiswa dapat menggali informasi penting dari narasumber. Ia mengimbau mahasiswa membekali diri sebaik-baiknya menghadapi industri 4.0.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa kunci kesuksesan memasuki era revolusi industri 4.0 adalah pencapaian efisiensi dan produktivitas. Revolusi industri 4.0 ini akan lebih dahulu merambah bisnis perunggasan. Terutama bisnis pakan, yang merupakan bagian dari bisnis perunggasan.  "Maka dari itu, industri pakan harus mampu dan siap menyesuaikan diri dengan kemajuan tersebut," tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi. Dikatakan, sumber daya manusia, khususnya petani milenial mempunyai peran sangat penting sebagai generasi penerus pembangunan sektor pertanian. “Nantinya di tangan mileniallah pembangunan pertanian ke depannya dijalankan,” tegasnya.

Menurut Dedi, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian. Khususnya untuk menghadapi industri 4.0. “Kalian semua adalah pendekar. Oleh karena itu kalian itu harus bersiap-siap menjadi penggerak, motor, pelopor pembangunan pertanian di negara yang kita cintai ini,” ujar Dedi kepada petani milenial. (*/yog) sumber: osi wida/polbangtan yoma Editor : Editor Content
#Polbangtan #kementan #milenial #BPPSDMP