Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKIK UMY Dra Yoni Astuti MKes PhD, sekaligus dosen Prodi Kedokteran FKIK UMY mengatakan, acara tersebut untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu kader kesehatan, ibu beserta balita, dalam mengenali stunting. Serta melakukan deteksi dini terhadap stunting pada anak-anak mereka di Posyandu Tirta Sari, Padukuhan Patukan, Ambarketawang, Kecamatan Gamping pada Sabtu 16 Juli 2022.
Rangkaian pengabdian masyarakat tersebut diawali dengan sosialiasasi dan penyusunan agenda kegiatan. Selanjutnya pembekalan materi, penimbangan balita, pengisian kuesioner terstruktur, pemberian makanan tambahan balita dan pemberian hibah berupa buku saku, poster pencegahan stunting dan poster manfaat asi, alat pengukur panjang bayi lengkap dengan matras dan satu set alat timbangan digital balita. Alat-alat hibah langsung digunakan untuk kegiatan pemeriksaan balita.
"Pengabdian masyarakat ini diikuti sekitar 50 peserta. Terdiri dari ibu-ibu kader kesehatan, ibu beserta balita. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan langsung. Narasumber terdiri dari Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan yang menjelaskan pencegahan stunting dari masa pre dan selama kehamilan dan dosen Keperawatan serta dosen Kedokteran FKIK UMY yang menjelaskan tentang manajemen laktasi dan keuntungan menyusui bagi ibu dan bayi," ujar Yoni Astuti.
Kegiatan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan ketat. Semua peserta mencuci tangan dan mengenakan masker serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.
Para peserta mengaku senang medapatkan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Mereka bisa memahami tentang stunting dan pencegahannya serta berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber.
Ketua Posyandu Tirta Sari, Yohana mengapresiasi tim pengabdian masyarakat Prodi Kedokteran UMY yang sudah bekerja sama dengan Posyandu Tirta Sari Padukuhan Ambarketawang.
"Diharapkan setelah kegiatan tersebut, kejadian stunting di wilayah kami dapat menurun,"ujar Yohana.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut telah selesai dilaksanakan dengan lancar dan sukses.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mengetahui bahaya stunting pada anak," ujar Yoni Astuti. (*/iwa/dwi) Editor : Editor News