Meski berlangsung secara tatap muka penuh, namun tetap menerapkan prokotol kesehatan. Paling utama adalah menggunakan masker selama prosesi wisuda berlangsung. Baik oleh wisudawan maupun petinggi civitas akademik UGM.
"Wisuda program sarjana dan diploma periode 3 tahun akademik 2021/2022 dilaksanakan secara luring penuh dengan protokol kesehatan. Ini perdana berlangsung secara tatap muka penuh," jelas Rektor UGM Jogjakarta Panut Mulyono, Rabu (25/5).
Gelaran ini tentu telah menjadi penantian yang cukup lama. Ini karena wisuda sebelumnya berlangsung secara kombinasi. Antara luring maupun daring.
Tercatat wisuda ini diikuti oleh 1023 lulusan. Rinciannya terdiri dari 946 lulusan program sarjana termasuk 3 dari WNA. Selanjutnya 77 lulusan program diploma termasuk 32 dari diploma 4 atau sarjana terapan.
Adapula wisudawan dari program bidik misi atau Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Total sebanyak 131 orang sarjana dan 8 orang untuk diploma. Lulusan asal kabupaten daerah 3T sebanyak 27 orang dan 2 orang program diploma.
"Dirinci jenis kelamin wanita sebanyak 608 orang atau 59,43 persen dan pria berjumlah 415 atau 40,57 persen," katanya. (Dwi) Editor : Editor News