Progres Mandala Krida Jogja; Uji Tanah dan Getaran Selesai, Kini Masuk Tahapan Analisis

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:30 WIB
Foto Stadion Mandala Krida Jogja. Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Foto Stadion Mandala Krida Jogja. Fahmi Fahriza/Radar Jogja

JOGJA - Kajian kondisi Stadion Mandala Krida Jogja kini memasuki tahap analisis. Pengumpulan data sampel untuk mengetahui kondisi tanah, getaran, hingga aspek arsitektur stadion telah diselesaikan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku pihak ketiga.
Ketua Komisi D DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan, data yang telah dikumpulkan kini mulai dianalisis untuk mengetahui kemampuan konstruksi Stadion Mandala Krida dalam menerima berbagai beban. "Data sampel sudah selesai. Sekarang baru masuk dalam tahapan analisis," katanya, Kamis (1/10/2026).
Menurut Dwi, kajian tersebut tidak hanya melihat kondisi tanah di kawasan stadion. Tim juga menganalisis getaran, respons tanah terhadap beban, serta kondisi arsitektur bangunan.

Baca Juga: Dampak El Nino, Beras Sumbang Inflasi Tertinggi di Jogja: Tekan Produksi dan Pasokan di Pasaran

Analisis itu nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan konstruksi Stadion Mandala Krida secara lebih menyeluruh. Termasuk mengetahui respons stadion ketika menerima beban dan getaran tertentu.

Salah satu simulasi yang diperhitungkan adalah getaran akibat aktivitas penonton di dalam stadion. Kondisi tersebut penting dikaji karena hentakan secara bersamaan dapat memberikan pengaruh terhadap tanah maupun konstruksi bangunan.

"Ketika konstruksi itu diberi beban, sejauh mana kekuatannya. Beban diuji juga ketika mendapatkan beban, itu getarannya seperti apa," ujarnya.

Baca Juga: 1,15 Juta Pekerja DIY Masih di Sektor Informal, MPBI Dorong Pemprov Perkuat Lapangan Kerja Formal

Dwi mengatakan, proses analisis ditargetkan rampung pada Oktober 2026 ini. Hasil kajian nantinya menjadi dasar untuk menentukan bagian-bagian Stadion Mandala Krida yang masih memungkinkan digunakan serta bagian yang membutuhkan penanganan.

Dia berharap hasil kajian dapat memberikan pemetaan secara spesifik terhadap kondisi setiap bagian stadion. Dengan begitu, rencana penanganan tidak hanya melihat kondisi Mandala Krida secara keseluruhan, tetapi juga berdasarkan kondisi masing-masing bagian konstruksi.

"Nanti kelihatan apakah Mandala ini masih bisa digunakan. Kalau masih bisa digunakan, mana yang tidak bisa digunakan," jelasnya.

Baca Juga: Comeback Dramatis di Kuarter Keempat, SMPN 4 Depok Tundukkan SMPN 6 Jogja

Selain hasil kajian teknis, Dwi juga mulai menyiapkan tahapan berikutnya berupa penyusunan detail engineering design (DED). DPRD DIY berharap pihak ketiga dapat memberikan estimasi kebutuhan DED setelah analisis kondisi stadion selesai.

Langkah itu berkaitan dengan pembahasan APBD DIJ 2027 yang dilakukan pada tahun ini. Estimasi kebutuhan DED diperlukan agar anggaran penyusunan desain teknis tersebut dapat mulai disiapkan dalam APBD 2027.

"Harapan kami pihak ketiga sudah memberikan estimasi DED walaupun belum final DED-nya. Tetapi sudah ada estimasi supaya ada anggaran yang bisa saya anggarkan di tahun 2027," ungkap Dwi.

Penyusunan DED ditargetkan dapat dikejar pada 2027. Setelah DED tersedia, kebutuhan anggaran renovasi Stadion Mandala Krida dapat dihitung melalui rencana anggaran biaya (RAB).

Baca Juga: PDAM Kulon Progo Diminta Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bumi Binangun

Dwi menegaskan, tahapan tersebut masih menunggu hasil analisis kondisi stadion. Kajian teknis menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan dan bagian mana saja yang perlu dikerjakan dalam rencana renovasi Mandala Krida. (iza/laz)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
tahap analisis Stadion Mandala Krida uji tanah dprd diy kajian