KESEHATAN HEWAN: Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho (kiri) ikut memegang kucing yang menjalani vaksinasi dan kastrasi. Kegiatan ini menjadi rangkaian Bulan Bakti Peternakan ke-190 dan Hari Rabies Sedunia Kamis (24/9/2026). CINTIA YULIANI/RADAR JOGJA
JOGJA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP)DIY menyelenggarakan vaksinasi rabies dan kastrasi kucing alias sterilisasi kucing jantan. Kedua layanan itu diberikan secara gratis.Kegiatan ini bertujuan melindungi kucing dari infeksi virus rabies. Mencegah reproduksi, menjaga kesehatan fisik, dan mengendalikan perilaku kucing agar tidak agresif.“Selain itu, memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan hewan,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP DIY Agung Ludiro.Acara tersebut juga menjadi rangkaian Bulan Bakti Peternakan ke-190 dan Hari Rabies Sedunia. Kegiatanmengusung tema “Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”.Pembukaan acara ditandai dengan pelepasan dua burung merpati oleh Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho didampingi Agung di halaman kantor DPKP DIY Jalan Gondosuli Jogja, kemarin (24/9). Di lokasi juga diadakan pameran kucing.Dalam kesempatan itu, juga dilakukan serah terima alat untuk proses vaksinasi dan kastrasi. Vaksinasi rabies diberikan ke 100 ekor kucing. Sedangkan kastrasi ditargetkan untuk 49 ekor kucing.“Mungkin pesertanya masih lebih dari angka itu,” jelas Agung setelah melibat besarnya animo masyarakat yang datang.
Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho mengatakan, dengan peredaran hewan yang cukup masif, vaksinasi rabies dan kastrasi kucing diperlukan. Saat ini, pihaknya tengah menggencarkan vaksinasi rabies yang sebelumnya hanya dilakukan di tingkat kabupaten/kota se-DIY. Kegiatan itu menjadi yang pertama di tingkat provinsi. “Artinya kebersamaan dari keseluruhan instansi menjadi bagian penting menjadikan DIY bebas dari rabies,” tuturnya.Aris mengingatkan, masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh hewan. Tidak lengah dalam memberikan vaksinasi. Sebaiknya minimal satu tahun sekali. Hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksinasi berpotensi terserang rabies. Dikhawatirkan dapat menular ke manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Karena itu, vaksinasi dinilai penting demi mencegah penularan rabies dari hewan ke manusia.Selain vaksinasi rabies, sterilisasi kucing jantan dinilai penting mengendalikan populasi kucing. Kastrasi dapat mencegah kucing jantan mengawini kucing betina. Ini dapat membantu mengendalikan jumlah kucing. Khususnya kucing liar. “Dengan adanya kastrasi kucing-kucing tidak bisa melakukan proses pengawinan,” tuturnya.
Mantan kepala Dinas Kebudayaan DIY ini ingin kegiatan tersebut terus dilaksanakan di masa mendatang. Kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan peternak dan meningkatkan kesehatan hewan. “Jika hewan tidak punya penyakit, hewan itu sejahtera. Masyarakat dapat manfaat dari kesejahteraan hewan itu sendiri,” terangnya.Niche Kristianti warga Sleman, tertarik mengikuti vaksinasi rabies untuk kucing peliharaannya. Itu dilakukan demi menjaga kesehatan kucingnya. Meski merupakan kucing rumahan, hewan peliharaannya terkadang keluar pagar. Dikhawatirkan berinteraksi dengan kucing lain dan tertular penyakit. “Sebisa mungkin kucing kita sehat, supaya tidak berisiko ketularan rabies,” ungkapnya.Senada, Santi Handayani juga baru pertama kali mengikuti program gratis yang digelar DPKP DIY tersebut. Berbeda dengan Niche, Santi mengikuti kastrasi untuk kucing peliharaannya. Dia tertarik ikut kastrasi karena dinilai bermanfaat bagi kesehatan kucing. Sekaligus membantu mengurangi populasi kucing.
Terlebih, kucing peliharaannya sering beraktivitas di luar ruangan. “Soalnya, kucing jantan kalau birahi pipisnya sembarangan. Jadi buat mengurangi itu juga,” cerita Santi. (cin/kus) Editor : Winda Atika Ira Puspita