Pengembang IT Pertanian Banyu Kencono Tono Purwanto mengatakan, adanya program dukungan danais, mulai mengajukan bantuan untuk mengembang konsep pertanian modern. Awalnya memanfaatkan lahan kosong milik kalurahan. Upaya ini untuk menarik minat anak-anak muda di wilayah tersebut agar ikut berkegiatan dan menjadi petani modern.
"Daripada kerja di kota jauh, mending di sini, membangun wilayah sendiri," katanya dalam acara Rembag Keistimewaan bertema “Petani Muda Naik Kelas, Bertani Cerdas dengan Teknologi IoT” di Kanal Youtube Paniradya Kaistimewan, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Banyak Diminati, TRC Mas Jos Tolak 514 Permohonan Penjemputan Sampah dari Luar Kota Jogja
Pemanfaatan AI dan IoT dinilai dapat memudahkan petani dalam menggarap lahan. Salah satu teknologi yang dikembangkan yakni sistem pengairan berbasis AI. Petani cukup memberikan perintah kepada AI yang telah diprogram untuk menyalakan pompa air pertanian. Setelah perintah diberikan, sistem akan menyalakan pompa secara otomatis.
Ke depan, pengembangan pertanian modern tersebut tidak hanya berhenti pada teknologi pertanian. Pengelola juga berencana memadukannya dengan sektor lain, seperti peternakan kambing, toko pertanian, hingga penjualan perangkat IoT. Dengan demikian, diharapkan terbentuk ekosistem ekonomi yang dapat melibatkan masyarakat sekitar.
"Agar mereka bisa bertani dengan cara modern, karena sangat bisa membantu meringankan pekerjaan petani," ujarnya.
Baca Juga: UPT PPPA Gunungkidul Tangani 69 Kasus Anak, Pendampingan Disesuaikan Kebutuhan
Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Keistimewaan DIY Imam Buddiharma mengatakan, pengembangan pertanian berbasis IoT menjadi salah satu upaya mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sektor pertanian tidak terlepas dari kultur dan tradisi masyarakat.
Namun, dalam perspektif keistimewaan, tradisi pertanian tersebut tetap perlu dikembangkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan begitu, tradisi yang telah ada dapat terus dipertahankan sekaligus menyesuaikan dengan perubahan zaman.
"Dalam konteks pengembangan kita beradaptasi dengan teknologi-teknologi terkini,” jelasnya.
Salah satunya melalui pemanfaatan IoT. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mempermudah pekerjaan petani sekaligus meningkatkan produktivitas. Berbagai pekerjaan teknis di sektor pertanian juga dapat dikendalikan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Baca Juga: Ada Lima Tambang Ilegal, DPUPESDM DIY Klaim Telah Layangkan Surat Teguran: Akan Libatkan APH
"Pendekatan yang dilakukan oleh teman-teman di Pleret cukup menarik, dan mengatasi permasalahan pertanian yaitu produktivitas," tuturnya.
Menurutnya, penggunaan IoT dapat menghemat waktu dan biaya. Selain itu, lebih banyak pekerjaan teknis pertanian yang dapat dikendalikan dengan sistem digital. Agar program pertanian digital yang didukung danais tetap memberikan manfaat, proses evaluasi dilakukan sejak tahap perencanaan.
Lurah Pleret sebelumnya mempresentasikan program tersebut kepada Paniradya Keistimewaan. Dengan demikian, program yang diusulkan telah dipersiapkan sejak awal.
Evaluasi tidak hanya dilakukan berdasarkan pelaksanaan program, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Hal serupa dilakukan secara berkala melalui monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program Desa Mandiri Budaya.
Baca Juga: Aji Yogyakarta Kecam Penghapusan Rekaman Wartawan oleh Anggota Polresta Sleman
"Kami juga melibatkan beberapa pihak termasuk akademisi untuk menilai tingkat keberhasilan dari pelaksanaan IoT ini," sambungnya.
Pihaknya berharap investasi yang diberikan melalui danais dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dia juga meminta kerja sama dari pihak kalurahan dan petani selama proses monev berlangsung dengan menyampaikan berbagai kendala dan permasalahan secara objektif.
"Agar dapat menjadi bahan kami untuk memberikan perencanaan di masa mendatang," tambahnya.
Kepala DPPPAPP DIY Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, pengembangan pertanian berbasis IoT berkaitan dengan upaya menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Petani muda perlu diberikan pendekatan yang menarik agar tidak menganggap pekerjaan di sektor pertanian identik dengan aktivitas yang berat dan panas.
Baca Juga: Pakai Sistem Merit, Pejabat Administrator di Kabupaten Magelang Jadi Camat
Dinasnya juga berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Karena itu, anak-anak perlu dipersiapkan untuk menghadapi Indonesia Emas 2045. Salah satunya dengan mengenalkan sektor pertanian sejak dini agar mereka memiliki ketertarikan terhadap dunia pertanian.
"Dari mulai kecil ke remaja, maka dia akan mempunyai pemahaman yang cukup memiliki ketertarikan untuk masuk ke dunia pertanian," ujarnya.
Selain itu, Paniradya Keistimewaan DIY memberikan ketugasan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjadi koordinator Desa Mandiri Budaya. Untuk Pleret, DPPPAPP DIY menjadi salah satu OPD yang ditugaskan sebagai koordinator.
"Sehingga kami juga harus tahu paham Pleret itu seperti apa, kemudian apa yang ingin dikembangkan, lalu pertanian IoT seperti apa," terangnya.
Baca Juga: Warga Minta DPRD Sleman Tak Lepas Tangan atas Peristiwa Keracunan MBG Berulang
Menurutnya, pemanfaatan IoT juga dapat memberikan manfaat bagi perempuan yang terlibat dalam sektor pertanian. Perempuan tidak hanya berperan sebagai buruh tani, tetapi juga dapat memiliki lahan, mengelola hingga melakukan proses panen dan pengolahan hasil pertanian.
Di sisi lain, perempuan juga memiliki tanggung jawab dalam mengasuh anak, mengantar jemput anak, serta mengelola rumah tangga. Kondisi tersebut membuat pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk mengefisiensikan waktu dan tenaga dalam mengelola lahan pertanian.
"Sehingga IoT memiliki ketertarikan bagi perempuan untuk bisa mengefisiensikan waktu energi tenaganya di bidang pertanian, tanpa mengganggu aktivitas lainnya," ujarnya.
Menurutnya, efisiensi tersebut juga dapat berdampak pada kesejahteraan keluarga. Dengan waktu dan tenaga yang lebih efisien, keluarga dapat lebih optimal dalam menjalankan berbagai aktivitas. "Melalui pertanian IoT ini menjadi lebih optimal,” imbuhnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita