JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana membuat Jalan Ipda Tut Harsono di Kemantren Umbulharjo lebih ramah pejalan kaki. Upaya yang dilakukan dengan pelebaran area pedestrian trotoar pada 2028 mendatang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Jogja Agus Tri Haryono mengatakan, proyek tersebut rencananya akan dilaksanakan dari Simpang Empat Ipda Tut Harsono hingga Simpang Empat APMD. Total anggaran yang disiapkan diproyeksikan berkisar Rp 38 miliar.
“Kalau pelebaran Jalan Ipda Tut Harsono itu pembebasan tanahnya sudah Rp 23 miliar, fisiknya Rp 15 miliar. Nanti pengerjaannya di 2028,” ujar Agus di Balai Kota Jogja, Jumat (18/9/2026).
Agus menjelaskan, proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur fisik di Pemkot Jogja. Proyek tersebut sejatinya direncanakan pada 2027. Namun baru bisa dilakukan pada tahun berikutnya karena kebijakan efisiensi.
Baca Juga: Warga Sriharjo Imogiri Krisis Air Bersih, Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman Bantu 20 Tangki
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja itu menambahkan, selain pelebaran trotoar, pemkot juga akan melakukan penataan pedestrian di kawasan tersebut supaya bisa lebih memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. “Biar jadi trotoarnya yang bagus,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (DPD Pertuni) DIY Dwi Nugroho mengungkap, trotoar di Jalan Ipda Tut Harsono merupakan salah satu titik yang belum ramah disabilitas. Pada titik tersebut ada sebagian yang belum dipasang guiding block, bahkan juga terhalang pohon.
Dwi berharap pemerintah daerah dapat merangkul serta mengajak komunikasi berbagai asosiasi penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut penting dilakukan sejak tahap perencanaan. Supaya alokasi anggaran pembangunan fasilitas umum tidak berujung sia-sia karena fasilitas tidak tepat guna.
"Kalau mau mengadakan pembangunan apa pun yang berkaitan dengan disabilitas, kalau bisa merangkul dan mengajak kami untuk memberikan masukan,” pintanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita