360 ASN DIY Dapat Penghargaan Satyalancana Karya Satya, HB X: Penghargaan Bentuk Menjaga Amanah

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 20:50 WIB
‎BANGGA: ASN memegang piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari presiden yang diserahkan Gubernur DIJ HB X, di Bangsal Kepatihan, Senin (7/9/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
‎BANGGA: ASN memegang piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari presiden yang diserahkan Gubernur DIJ HB X, di Bangsal Kepatihan, Senin (7/9/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya Presiden RI kepada 360 aparatur sipil negara (ASN) di DIY  . Hal ini dinilai sebagai bentuk keteguhan menjaga amanah. Terutama berkaitan erat dengan waktu, kesetiaan, dan keteladanan. 

“Waktu memberikan pengalaman, kesetiaan memberikan makna, sedangkan keteladanan menjadikan keduanya berguna,” katanya saat sambutan di sela acara di Bangsal Kepatihan, Senin (7/9/2026). 

Adapun, 360 ASN yang mendapat penghargaan masa waktu pengabdi 30 tahun sebanyak 21 orang, 20 tahun mengabdi sebanyak 64 orang, dan sisanya adalah ASN yang telah mengabdi sebanyak 10 tahun. Tidak semua ASN bisa mendapatkan penghargaan ini. Sebab, hanya ASN yang memiliki kesetiaan, pengabdian, kejujuran, dan disiplin kerja selama masa waktu tertentu bisa mendapatkannya.  

Baca Juga: Terima Surat Kewaspadaan Kemenkes, Dinkes Bantul Siapkan Mitigasi Abu Vulkanik Gununug Anak Krakatau

Menurutnya, ASN senior memiliki tanggung jawab moral untuk menurunkan etos kerja, integritas, dan kebijaksanaan kepada generasi penerus. Pasalnya, institusi yang kuat bukan hanya memiliki pegawai yang cakap, tetapi juga memiliki mata rantai keteladanan yang tidak terputus. 

“Pada akhirnya tanda kehormatan dapat disematkan di dada, tetapi kehormatan yang sesungguhnya hanya dapat disematkan oleh masyarakat, melalui kepercayaan,” ujarnya. 

Dia mengatakan, pengabdian berlangsung di tengah perubahan yang semakin cepat. Teknologi digital dan AI mengubah cara pemerintahan bekerja. Harapan masyarakat terhadap pelayanan publik pun semakin tinggi. Oleh karena itu, setia kepada pengabdian tidak berarti setia kepada cara-cara lama. Kesetiaan kepada negara justru menuntut kesediaan untuk terus belajar, keberanian untuk berubah, dan kerendahan hati untuk memperbaiki pelayanan. 

“Pengalaman bukan sekadar sesuatu yang dikenang, tetapi sesuatu yang diwariskan,” tuturnya. 

Baca Juga: Penumpang KAI Daop 6 Naik 12,5 Persen, Jadi Alternatif Transportasi Imbas Penutupan Bandara Soetta

Sementara itu, salah satu penerima penghargaan Margo Priono merasa bangga. Baginya hal ini merupakan suatu kehormatan. Artinya selama pengabdiannya akhirnya dihargai melalui penghargaan tersebut. Dia mengaku baru pertama kali mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya masa pengabdi 10 tahun. 

“Ini baru pertama kali, sebetulnya mengabdinya sudah lama 20 tahun lebih, ini baru mendapatkan penghargaan 10 tahun,” jelas Guru Olaharga di SMKN 1 Wonosari itu.  (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
ASN DIY Satyalancana Karya Satya Pemprov DIY HB X penghargaan