HB X Dorong Pengembangan AI Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat DIY

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:10 WIB
Jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen mendampingi HB X bertemu wartawan di kompleks Pendopo Sumonegaran. Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen mendampingi HB X bertemu wartawan di kompleks Pendopo Sumonegaran. Yusuf Bastiar/Radar Jogja

JOGJA - Pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) tak sekadar urusan kecanggihan fitur. Di DIY, arah pemanfaatannya ditegaskan harus menyentuh kebutuhan publik serta menjawab tantangan masa depan.

Pesan tersebut ditegaskan Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X saat menerima audiensi CEO sekaligus President Director PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH) Vikram Sinha beserta jajaran di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (12/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sinergi strategis antara Universitas Gadjah Mada (UGM), IOH, NVIDIA, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kolaborasi ini diwujudkan melalui pembentukan UGM, IOH, NVIDIA AI Technology Center untuk memperkuat riset dan talenta AI nasional.

Baca Juga: Manchester City Rekrut Geronimo Rulli sebagai Pelatih Gianluigi Donnarumma

HB X menyambut positif langkah kolaborasi tersebut. Raja Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat ini menekankan agar inovasi teknologi tidak berhenti di atas kertas atau sekadar pamer kapasitas lembaga, melainkan harus berdampak langsung ke masyarakat.

"Kami mendukung. Harapannya ini memberikan ruang, publik mendapatkan manfaat. Di samping itu, ada pemahaman bahwa teknologi IT ini membawa perubahan untuk menjawab tantangan masa depan," ujarnya.

HB X juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan program agar riset yang dibangun memiliki pijakan yang jelas. Namun, beliau memberi catatan krusial mengenai kontrol teknologi.

Baca Juga: Pesisir Selatan DIY Diterjang Gelombang Tinggi, Puluhan Kapal dan Rumah Rusak: Ini Penjelasan BPBD!

"Yang penting ada tindak lanjut, tidak stuck. Dan paling penting, jangan sampai dikuasai oleh alat. Manusia harus tetap menjadi pengendali utama. Kalau tidak, kita yang ketinggalan," tegasnya.

Sementara itu, CEO IOH Vikram Sinha mengungkapkan, kedatangannya ke Kepatihan bertujuan meminta arahan serta restu dari Sri Sultan sebelum pusat AI tersebut resmi diluncurkan.

"Hari ini kami mendapat arahan dan restu dari Pak Gubernur. Ini membuat kami semakin percaya diri untuk melanjutkan program ke depan," kata Vikram.

Baca Juga: Antisipasi Penurunan Air Permukaan, Hotel dan Restoran di Kabupaten Sleman Diminta Gunakan PDAM

Vikram menjelaskan, DIY dipilih karena memiliki ekosistem pendidikan dan riset yang matang, didukung kolaborasi erat antara akademisi dan mahasiswa. Persiapan fasilitas ini bahkan telah bergulir selama satu tahun.

Pusat teknologi ini dijadwalkan meluncur resmi pada Kamis (13/8/2026) di Student Center, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Fokus utamanya mencakup riset multimodal AI untuk sektor pertanian, kesehatan, hingga mitigasi bencana. (ayu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
kebutuhan publik audiensi CEO HB X kecerdasan buatan Ai gubernur diy